[Info] Underdog Kick Ass

Postingan kali ini berbeda dari postingan saya sebelumnya. Kalau biasanya tentang beauty, sekarang saya menyimpang dikit ke segmen lifestyle… Hohoho… Kenapa menyimpang? Simak dulu deh, nanti penjelasannya di bawah… *biar baca dulu wkwkw*
Oke…Sebelumnya, apa ada yang pernah mendengar nama di atas? Kalau belum, kamu nggak sendirian. Saya juga belum lama mendengar nama Underdog Kick Ass (UKA) ini. 
Apa sih UKA?

UKA ini rupanya adalah sekolah khusus bagi mereka yang ingin memperdalam ilmu di dunia perfilman. Sekolah UKA mempunyai moto “Memperjuangkan Kesempatan yang Hilang dirampas Industri”. Mantap ya motonya! Sekolah ini ternyata digagas oleh seorang sutradara muda Indonesia yang namanya cukup terkenal di jagad perfilman. He is Rudi Soedjarwo! Bisa belajar dengan sutradara sekelas Rudi merupakan kesempatan yang langka bukan? Pengajarnya juga terdiri dari berbagai praktisi yang sudah mumpuni di bidangnya masing-masing.
Keunikan sekolah ini adalah memberikan kesempatan kepada mereka yang memiliki bakat dan minat di dunia perfilman, untuk berkecimpung secara nyata. A.k.a seperti membuat film Indie. Mungkin banyak di luar sana yang ingin berkontribusi di dunia perfilman, namun terhalang oleh kecilnya peluang dan dogma indutrsi hiburan. Di sekolah ini, semua murid dapat terlibat tanpa kecuali selama mereka tekun dan gigih berjuang. 

“Semua aktor berasal dari berbagai lapisan masyarakat tanpa melihat satu hal yang selalu menjadi titik awal seseorang tampil di sebuah film yaitu “tampang yang menjual”. Underdog Kick Ass melihat semua memiliki kesempatan yang sama. 100 orang menjadi target kami untuk mengisi film ini. Keunikan lainnya, cerita yang akan dibangun akan didasarkan oleh karakter yang tersedia di depan sutradara. 

Hanya orang yang tertantang dan memilik pandangan misi dan visi yang sama dapat bergabung. Karena hanya orang yang tertantang dapat menerima kesempatan yang akan kami berikan. Silahkan jadikan ini ajang pembuktian kepada dirimu, temanmu, ex pacarmu, si raksasa industri film dan hiburan bahwa sebuah kesempatan milik setiap orang. Dan kita tidak akan berhenti di 100 orang ini, ini hanya awal.”

Kalimat di atas adalah kutipan yang diambil dari webister resmi UKA, penjelasan cikal bakal berdirinya sekolah ini. UKA sendiri sudah memulai kick-off training-nya sejak tanggal 23 Desember 2012.
Apa saja yang dipelajari di UKA?
Di UKA ini khusus mempelajari 3 aspek penting dalam sebuah film, yakni: akting, penulis naskah, dan penyutradaraan. Bagi kamu yang punya minat di salah-satu program tersebut, bisa langsung mendaftar dan belajar secara intensif selama 6 bulan. Dari semua program yang ditawarkan, fokus utama UKA adalah pembentukan karakter setiap individu UKA memiliki target untuk membuat film layar lebar dimana semua yang terlibat adalah para murid UKA sendiri. 
Siapa saja pengajar UKA?
Buat yang penasaran mengenai paktisi yang saya sebut di atas, berikut ini adalah profil yang mengajar di UKA:
Apakah perkenalannya sudah cukup jelas? Kalau masih ingin tahu lebih detil, kamu bisa mengunjungi langsung situs UKA di: www.underdogkickass.com 

Bagaimana suasana belajar di sana?
Rasanya akan lebih menyenangkan kalau kita bisa tahu secara langsung bagaimana suasana belajar di sana ya? Berikut ini saya akan mereview-nya berdasarkan pengalaman teman kuliah saya yang kini sedang menimba ilmu di sana. Namanya Stella Rambitan dan dia ini sangat menyukai bidang penulisan naskah.
Saat ini, Stella sudah hampir 6 bulan belajar di sana dan merupakan murid angkatan pertama (generasi perintis bo.. hihi). Bedasarkan ceritanya, metode pembelajaran yang di sana sangat mengesankan. Bukan hanya mengajarkan untuk tujuan profesi, tapi diutamakan pembentukan karakter setiap orang. Pada bulan-bulan awal masa belajar, pembentukan karakter dilatih melalui akting. Kemudian, dibekali bagaimana menulis naskah dan menyutradari sebuah film. Inti dari ajarannya adalah agar setiap orang mampu melakukan “Cipta Peristiwa” dan mengemasnya dengan apik. Setiap cerita yang dirancang pun harus dipresentasikan di depan semua murid dan pengajar. Jika ada kekurangan, maka harus direvisi lagi. Semuanya dilakukan dengan praktek secara langsung, bukan melulu mendengarkan teori seperti sekolah kebanyakan. Setelah itu, mereka lanjut mempelajari bagaimana memproduksi sebuah film. Jadi semuanya harus dipikirkan, lokasi, wardrobe, dkk.
Suasana belajar di Underdog Kick Ass
Lingkungan belajarnya pun sangat kekeluargaan, kondusif, dan saling mendukung perkembangan sesama siswa. Stella mengaku belum pernah mengikuti les akting sebelumnya dan mungkin banyak orang di luar sana yang mendengar kata ‘les akting’ konotasinya adalah menjadi seorang aktor/aktris, tapi di UKA ternyata tidak demikian, tidak semua yang datang belajar tujuannya adalah menjadi aktor/aktris, walau beberapa memang ada, tapi kesmepatan mereka terrengut karena kekurangan yang dimiliki (kurang cantik, kurang tinggi, dlsb). Mereka memiliki latar belakang sendiri, seperti ingin mengatasi sifat pemalunya, hanya ingin belajar, ingin mengembangkan karakter, dan ragam alasan lainnya. Intinya, strive to be a better person regardless what the future will be.

“Karena kita belajar, we are one team. Yang akan produksi film bareng. Kita bisa memilih bikin film yang hanya beberapa yang bagus, ATAU make a revolution di mana semua bagus. Bahkan sampe ke yang cuma lewat doang. Di sini Thanks Godnya diajarin  peran kita sekecil apa pun itu (baik di depan layar atau di belakang) sangat berpengaruh. Coba bayangkan kalau lagi syuting dan tiba-tba semua figuran di belakangnya nari harlem shake sementara adegannya lagi serius banget. Atau tiba-tiba pemegang boom mic males kerja, akhirnya dia geletakin gitu aja boom mic-nya? Bahkan aktor kawakan sekalipun juga ga akan bisa nyelamatin scene itu. 

Butuh kerjasama. Sama kaya satu badan :). So we learn that we are one. One down, semua jelek. Karena itu yang ada di kiri dan kanan, mereka jugalah yang bisa menjatuhkan atau membangun. That’s why we have to choose. We chose the latter ;).”–Stella Rambitan.

Pengalaman berkesan yang dialami Stella selama belajar di sana:

“Dari yang mendadak di suruh acting di tengah ujan deras
dan merangkak di tanah merah, sampe basah ke *maaf* underwear-nya dan ga ada yang bawa baju ganti. Sampe nangis-nangisan bareng sampe mata rasanya uda mo copot. Atau larut dalam pertunjukkan seni mendadak yang ga direncanain dan alat musiknya cuma ala kadarnya aja gitu. Tapi tiba-tiba aja, everyone got inspired. Yang mau bersajak ya bersajak. Yang mau nyanyi, nyanyi. Yang menari, menarilah.”

Keistimewaan lain dengan belajar di UKA adalah adanya peluang untuk membuka kelas belajar di luar waktu biasanya dan pengajarnya pun dengan senang hati datang tanpa memungut bayaran tambahan. So generous! 
Trailer Pelatihan di Underdog Kick Ass
Trailer Short Movie Series: Karya Murid UKA
Bagaimana cara bergabung?
Bagi kamu yang ingin bergabung ke UKA, bisa langsung mendaftar secara online dan membayar biaya sebesar Rp 5.000.000 untuk keanggotaan seumur hidup dan pelatihan selama 6 bulan, sudah termasuk biaya pembuatan film. Jadi nggak akan ada biaya tambahan lain saat belajar memproduksi, semua diesuaikan dengan budget yang ada.  Pembayaran bisa dilakukan langsung di lokasi latihan. Sekolah ini terbuka bagi siapapun, dari usia 5-60 tahun, yang memiliki kesungguhan dan tekad untuk berkarya. 
Waktu latihan: setiap hari Minggu pukul 10.00 – 16.00 WIB
Tempat: 
Rumah Rudi Soedjarwo 
Jl. Paso No. 19
Jagakarsa, Jakarta
e-mail: wahyudi@underdogkickass.com | rudi@underdogkickass.com
Buat yang bingung dengan arahan jalan, nih Stella bahkan sudah menyiapkan arahan, lho!
  1. Naik Transjakarta arah Ragunan
  2. Turun di halte Dept. Pertanian
  3. Lanjut dengan naik mikrolet 61
  4. Atau kalau takut kesasar, bisa turun di halte Ragunan paling ujung dan naik ojek seharga Rp 10.000,-
Katanya, para abang ojek di sana sudah tahu lokasi ini, tinggal bilang jalan Paso nomor 19, warna putih, dan sering ada syuting (lengkap keywordnya :p)

Ayo, siapa yang mau berkiprah di dunia perfilman, langsung aja gabung di Underdog Kick Ass! Kalau ada yang ingin menanyakan lebih detail bisa langsung bertanya ke Stella di twitternya @gigitbintang.

Quotes:

“Kesempatan akan selalu datang mengetuk pintu, tapi hanya mereka yang memiliki kunci yang bisa membukanya,” Deddy Corbuzier – Hitam Putih Trans7.

 “Kerja apapun yang kita lakukan, kalau karakter kita baik, hasilnya akan baik,” Stella Rambitan.

—————————-

Disclaimer
Artikel ini dibuat atas request Stella untuk memperkenalkan Underdog Kick Ass melalui blog ini dan saya tidak menerima bayaran dalam bentuk apapun. Murni hanya untuk saling membantu dan bagi saya pribadi merupakan kesempatan untuk mengasah kepenulisan saya. Thank to Stella for entrusting me to do this :*
All photo credits belongs to: Underdog Kick Ass official website

With love,

 photo Signature_zpsdc42d1b3.png
Advertisements

Thank you for reading! Feel free to put your comment below

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s