Mengatasi Masalah Kulit dengan Face Oil, Bisakah?

Kondisi kulit berminyak maupun kering sama-sama memiliki masalah tersendiri bagi wanita. Jika kulit berminyak menimbulkan masalah jerawat, pori-pori besar, bekas jerawat, dan hiperpigmentasi, maka bagi pemilik kulit kering masalah yang mereka hadapi adalah rentannya muncul garis halus, kerutan wajah, dan terkadang dry patches di beberapa area.

Menggunakan face oil untuk kulit kering mungkin lebih terdengar masuk akal, tapi apa iya face oil juga bisa digunakan untuk kulit berminyak? Bukannya malah memperparah karena sudah berminyak, ditimpa minyak lagi. Apa kabar pori-pori wajah?

Nah, sebelum dahi makin berkerut, yuk kita gali lebih lanjut kenapa face oil kini banyak dianjurkan oleh para pakar kecantikan.

Sumber: Huffington Post

Fakta tentang face oil

Face oil yang dimaksud di sini tentu saja bukan sembarang minyak seperti minyak sintetis yang justru dapat menyumbat pori-pori. Face oil yang dipakai berasal dari jenis biji tumbuh-tumbuhan alami. Dan tahu nggak girls, ternyata penggunaan face oil sebagai terapi kecantikan ini sudah dipakai dari zaman dulu kala. Wanita mesir kuno terbiasa menggunakan minyak botanikal seperti moringa dan peppermint sebagai salah satu bentuk perawatan kulit mereka agar kulit lebih halus.

Disadur dari Beauty Journal Sociolla dan Kompas.com, minyak wajah juga dapat digunakan untuk semua jenis kulit dengan tetap memperhatikan fungsi dari masing-masing face oil tersebut. Dengan menggunakan minyak wajah, kulit akan senantiasa terjaga kelembabannya karena dapat membantu mengontrol kelenjar sebum, sama sekali tidak menyumbat pori-pori atau menyebabkan jerawat, dan bahkan cepat meresap ke dalam kulit lebih efektif dibanding pelembab jenis krim. Jika kamu khawatir setelah menggunakan face oil malah membuat kulit terasa berminyak atau greasy, faktanya sama sekali tidak!


baca juga: Seberapa Efektif Produk Skincaremu? Cek di Aplikasi Ini!


Berkat daya serapnya yang tinggi, face oil juga memampukan kandungan seperti glycolic acid, retinol, dan vitamin C bekerja lebih aktif hingga ke lapisan kulit terdalam. Hal ini baik untuk mengaktifkan produksi kelenjar kolagen. Dengan meningkatnya kadar kolagen, otomatis kulit kita akan terasa lebih kenyal dan garis halus berkurang serta membantu mempercepat pemulihan kondisi kulit akibat bekas jerawat.

Sumber: Hindustan Times

Manfaat lain dari face oil

Selain beberapa fakta di atas, face oil juga masih punya manfaat baik lain buat kulit lho. Berikut ini seperti dilansir dari Tempo.co dan Cosmopolitan:

Melindungi kulit dari radikal bebas dan dampak sinar UV

Dengan menggunakan minyak yang mengandung antioksidan tinggi, seperti argan oil, marula oil, dan passion fruit, dapat membantu mencegah penuaan dini dan efek buruk akibat radikal bebas. Face oil jenis ini juga ampuh mengobati kulit akibat paparan sinar matahari. Jadi, selain menggunakan SPF, kamu juga dapat meminimalisir efek sinar UV dengan memakai face oil. Gunakan sebelum sunscreen ya!

Menyeimbangkan minyak wajah dan menjaga kadar air dalam kulit

Seperti sudah disebutkan di atas, penggunaan face oil justru malah membantu mengontrol produksi sebum. Jika kulit kita dehidrasi, kelenjar sebum akan memproduksi minyak berlebih karena berpikir bahwa kulit kita kekurangan “pelumas”. Kenapa face oil malah bisa mengontrol kadar minyak? Ini dikarenakan face oil yang baik mengandung essential fatty acid (EFA) atau asam lemak yang bagus untuk menjaga kesehatan membran sel. EFA ini tidak diproduksi tubuh secara alami, jadi dengan adanya tetesan minyak yang mengandung EFA akan sangat efektif menjaga kelembaban kulit.

Memiliki efek menyembuhkan dan mengobati inflamasi kulit

Seiring bertambahnya usia dan faktor lingkungan seperti cuaca ekstrim, paparan sinar matahari, polusi, bahan kimia, serta pola makan yang kurang baik dapat menyebabkan inflamasi. Face oil yang berasal dari biji-bijian (seeds oil) juga memiliki efek anti-inflamasi yang dapat melindungi kulit dan membantu mempercepat regenerasi sel kulit.

Dapat digunakan sebagai primer

Face oil ternyata juga dapat digunakan sebagai pengganti primer sebelum bermake-up di pagi hari. Cukup oleskan sebelum pemakaian sunscreen / foundation pilihanmu. Dengan begitu, kulit kamu akan tetap lembab tanpa takut kering atau kelebihan minyak.

Sumber: Good Housekeeping

Cara pakai face oil yang disarankan

Face oil dapat dipakai baik di siang maupun malam hari. Pemakaiannya adalah setelah serum dan sebelum moisturizer. Berikut ini urutan yang bisa dijadikan referensi skincare regime-mu:

Pagi

  • Serum + Face Oil + Moisturizer + Sunscreen + Foundation tanpa SPF
  • Serum + Face Oil + Moisturizer + Foundation dengan SPF
  • Serum + Face Oil + Sunscreen + Foundation tanpa SPF
  • Serum + Face Oil + Foundation dengan SPF

Karena face oil sendiri sebenarnya juga sudah memiliki fungsi pelembab, penggunaan moisturizer bisa dilewatkan jika takut kulitmu terasa berat. Atau jika merasa kurang nyaman menggunakan face oil di pagi hari, maka bagian face oil bisa dilewatkan dan langsung menggunakan moisturizer untuk mengunci serummu secara efektif.

Tips! Sebaiknya tidak memakai sunscreen + foundation dengan SPF bersamaan, karena kandungan sunsscreen berpotensi menutup pori-pori. Dan untuk aktifitas sehari-hari, maksimal SPF yang bisa digunakan di wajah adalah SPF 50.

Malam

  • Serum + Face Oil + Moisturizer
  • Serum + Face Oil + Sleeping Mask

Sebenarnya apakah perlu memakai face oil lalu diakhiri dengan moisturizer? Jawabannya tergantung preferensi masing-masing individu. Jika kamu lebih nyaman tetap memakai moisturizer/ sleeping mask, cukup oleskan 1-2 tetes face oil untuk seluruh wajah dan leher lalu diamkan kurang lebih 2 menit agar meresap, baru dilanjutkan dengan moisturizer. Atau pakai saja face oil apa adanya sebanyak 3-4 tetes untuk seluruh wajah dan leher.

Tips dari Female Daily, jika kamu pemakai pemula, campurkan dulu 1-2 tetes tersebut ke dalam krim pelembab yang akan kamu kenakan (ingat, bukan dicampur ke dalam 1 jar pelembab ya, cukup yang akan kamu oleskan ke wajah). Cara ini adalah untuk memperkenalkan kulit dengan face oil dan melihat apakah kulit memberikan reaksi tertentu? Jika tidak ada reaksi negatif, pemakaian selanjutnya bisa digunakan terpisah.

Sumber: Body Unburdened

Rekomendasi face oil untuk setiap jenis kulit

Mengacu pada skincare youtuber Liah Yoo, jika kamu memiliki kulit berminyak carilah jenis face oil yang berjenis dry oil dan kaya akan linoleic acid (omega 6) daripada oleic acid (omega 9). Sementara untuk kulit kering kebalikannya, cari yang kandungan oleic acid-nya lebih tinggi daripada linoleic acid.

Berikut ini rekomendasi face oil dari Body Unburdened yang cocok untuk setiap masalah kulit.

Kulit rentan berjerawat:

  • Pumpkin seed oil
  • Grapeseed oil
  • Hemp seed oil
  • Tamanu oil

Kulit berminyak:

  • Jojoba oil
  • Grapeseed oil

Kulit kering:

  • Apricot kernel oil
  • Almond oil

Kulit dengan masalah penuaan:

  • Argan Oil
  • Rosehip seed oil
  • Seabuckthorn oil
  • Pomegranate seed oil

Kulit sensitif:

  • Borage seed oil
  • Avocado oil
  • Hemp seed oil

Penjelasan benefit masing-masing face oil ini akan saya buatkan artikel tersendiri ya, supaya tidak terlalu panjang. Stay tune, beauties! πŸ˜‰

Sumber featured image: Into The Gloss

Advertisements

6 thoughts on “Mengatasi Masalah Kulit dengan Face Oil, Bisakah?

      1. Beli grapeseed oil merk apa kak? Trus belinya dimana? Ehehehehe.
        Aku pengen make face oil, tapi bingung mau yg jojoba atau grapeseed. Brand lokal udah banyak sih yg ngeluarin face oil, tapi aku masih ragu :’)

        Like

Thank you for reading! Feel free to put your comment below

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s