Cerita ASI #2: Dua Kali Beli Pompa Asi dan Tips Mencegahnya

Sebagai newbie mom, jujur saya masih bloon sekali dalam hal perpompaan. Akibatnya ya begini, sampai 2x beli pompa asi hahaha… Kenapa bisa begitu?

Di artikel sebelumnya saya sudah ceritakan sedikit ya, ihwal saya bisa beli pompa asi juga karena disuru oleh dsa karena kulit anak agak kuning takutnya disebabkan kurang asi. Dengan pakai pompa, kita bisa mengukur seberapa banyak asi yang diproduksi dan daya minum si bayi. Akhirnya dimulailah perburuan mencari pompa asi. Pilihan akhirnya jatuh pada merk Spectra tipe 9s dengan alasan merk tersebut cukup sering saya dengar alias banyak yang pakai juga dan harganya relatif terjangkau, tentu dengan memperhatikan fitur-fitur pendukung yang dimiliki pompa asi tersebut.

Singkat cerita, tibalah sang pompa asi dengan selamat sampai rumah. Suami langsung sigap pretelin si pompa dan membantu mensterilkan alat tersebut karena saya sibuk handle si kecil. Semua perangkat akhirnya terpasang, termasuk si karet silikon dan siap digunakan.

Setelah baca buku petunjuk, saya pun langsung mencoba pakai dan walah dalahhhh… Ini durasi pompa kenapa jadi lama nian dan hasilnya sedikit. Bayangkan saya sampai harus menghabiskan waktu 3 jam hanya untuk mendapat 70 ml asi! Saya kemudian coba tanya-tanya sama teman yang juga pengguna Spectra 9s atau 9+ juga merk lain dan mereka tidak ada keluhan. Malah cukup 30 menit durasi pompa saja mereka sudah dapat hasil maksimal. Mereka kaget juga mendengar saya pumping lama begitu dan hasilnua mengenaskan.

Masih penasaran, saya juga searching di youtube tentang review pompa asi ini. Ada yang mengatakan daya hisap Spectra 9s lebih rendah dibanding merk kompetitor. Malah antara 9s dsn 9+ masih sedikit lebih unggul si 9+. Secara umum juga pengguna 9+ lebih banyak sehingga produk ini meraih gelar best seller-nya Spectra.

Setela searching sana sini, saya dan suami berkesimpulan pompa ini tidak cocok untuk saya, lalu kami mencari pompa asi lain yang daya hisapnya lebih strong. Pilihan kemudian jatuh pada Medela Double Swing Maxi. Setelah coba pakai, wohoooo dahsyat sekali memang daya hisapnya. Hasil perah 70 ml yang saya peroleh selama 3 jam dengan Spectra, cukup 30 menit saja ibu-ibu. Jauh sekali hasilnya ya…

Lantas, apakah brand Spectra ini begitu buruk? Kalau iya, mana mungkin sih banyak pembelinya, betul ngggak? Dalam lubuk hati paling dalam, saya masih penasaran abis sama Spectra 9s ini walau sempat terpikir mau dijual saja. Saya sempat berasumsi mungkin ukuran corong yang kurang pas sama PD saya, kemudian usut punya usut, penyebabnya ada pada si karet silikon itu yang menghambat PD saya ngepas dengan corong. Ukuran corong Medela dengan Spectra sama-sama 24mm, masa PD saya bisa pas di Medela tapi nggak bisa pas di Spectra? Saya pun kemudian baru tahu bahwa corong si Spectra ini bisa dipakai tanpa karet silikon! Saya sampai tanya ke teman dan konfirmasi langsung ke CS Spectra. Jawaban mereka juga cukup mengejutkan bahwa 80% pengguna malah tidak pakai silikonnya. Lalu buat apa mereka produksi ya? Hahaha…

Munculnya kesadaran bisa dipakai tanpa karet silikon ini juga setelah melihat lagi review di Youtube dimana mereka tidak menggunakan karet silikon itu saat tes daya hisap. Jadi, akhirnya misteri terpecahkan ibu-ibu, hanya karena perangkat sepele wkwkwk… Saya pun memutuskan nggak jadi jual karena bisa dipakai saat lagi keluar rumah, soalnya kalau keluar rumah pakai Medela malah boros baterai. Kenapa? Karena Medela ini harus pakai 6 baterai  alkaline AAA untuk 5-6x mobile pumping. Sementara Spectra 9s bisa menggunakan: adaptor listrik, usb power bank, dan 4 baterai alkaline AA. Lebih hemat dan mobile friendly menurut saya.


baca juga: First Surgery Called Sectio Caesarea

Nah, dari pengalaman bodoh ini, hikmah yang bisa dipetik dan ingin saya bagikan kepada para calon ibu sekalian adalah sebagai berikut:

  1. Siap sediakan pompa asi menjelang lahiran dan bawa ke rumah sakit. Hal ini bertujuan untuk membantu merangsang asi agar bisa segera diminumkan ke dede bayi.
  2. Cari review pompa asi sesuai kebutuhan sebanyak-banyaknya sampai hakul yakin mau beli brand tertentu. Pelajari plus minusnya karena tidak ada barang yang sempurna di dunia. Di sini saya miss karena terdesak keadaan, jadi terburu-buru menentukan pilihan.
  3. Bila perlu coba langsung calon pompa yang mau dibeli dengan cara menyewa pompa asi. Kini cukup banyak online shop yang menyediakan rental pompa asi, supaya kita nggak menyesal setelah beli hehehe… Jangan lupa steril perangkat pompanya ya!

Nah, gimana kalau ada yang terlanjur punya 2 pompa asi kayak saya? Solusinya bisa sebagai berikut:

  1. Dipisah antara penggunaan harian sama untuk travelling jika pompa asi memungkinkan.
  2. Jika salah satu tidak terpakai ya jual second saja atau buka jasa sewa pompa asi hehehe.

Apakah saya menyesal sampai beli 2x? Awalnya ya, berasa juga kan suami beliin pompa sampai 2 biji yang nilainya mendekati 4 juta hahaha. Tapi untungnya setelah melihat sikon ternyata kedua pompa tersebut bisa subtitutif. Jadi ya sekarang nggak nyesel lagi deh.

Semoga sharing saya bisa bermanfaat ya mommies. Apa mommies juga punya pengalaman dengan pompa asi juga? Sharing yuk!

Oh ya, di artikel berikut saya mau ulas juga nih kedua pompa asi milik saya ini. Don’t miss it! 😉

Advertisements

2 thoughts on “Cerita ASI #2: Dua Kali Beli Pompa Asi dan Tips Mencegahnya

Thank you for reading! Feel free to put your comment below

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s