Cerita ASI #4: 6 Kebiasaan Ini Baik untuk Ibu Menyusui yang ingin ASI Lancar

Seperti yang sempat saya ulas di serial Cerita ASI sebelumnya, tantangan terbesar setelah melahirkan adalah bagaimana agar kita para newbie mom ini mampu memberikan ASI sebanyak-banyaknya kepada si kecil. Sebagai seorang ibu, pastinya kita ingin selalu memberikan yang terbaik bukan? Malah kalau bisa kita benar-benar mampu memberikan ASI eksklusif selama 2 tahun!

Nah, tanggal 11 Agustus lalu, saya berkesempatan diundang menghadiri sebuah seminar bertajuk “Healthy Habits for Breastfeeding Mom” yang diselenggarakan oleh Bio Oil bekerja sama dengan C Channel, sebuah media platform baru berisi video lifestyle seputar kecantikan, fashion, kuliner, dan travel yang berdurasi 1 menit pada setiap videonya.

Bertempat di Buba & Bumps, event ini turut mengundang Yamato Sasagawa–CEO C Channel, Ida Ayu Suksmawadanti–CEO PT Radiant Sentral Nutrindo selaku distributor resmi Bio Oil, dr. Dimple Nagrani, Sp.A, Sinthya Dewi–Product Trainer PT Radiant Sentral Nutrindo, dan Putricaya Windiarti–Influencer. Pada kesempatan itu, dr. Dimple Nagrani memberikan 6 tips sehat berikut yang dapat dicontek para ibu menyusui agar dapat menghasilkan ASI yang melimpah. Apa sajakah itu?

1. Tetap menjaga positive mindset

Sebagai ibu baru, hanya segelintir yang mungkin dianugerahi ASI berlimpah tanpa perlu usaha keras. Malah mungkin ada juga yang ASI-nya sudah keluar sebelum melahirkan. Selebihnya, banyak para ibu yang butuh perjuangan dan usaha keras agar ASI-nya bisa keluar banyak dan mencukupi kebutuhan bayi. Jangan percaya mitos-mitos seperti ukuran payudara mempengaruhi kuantitas ASI atau puting yang terbenam tidak bisa menghasilkan ASI. Semua pemikiran tersebut salah besar. Banyaknya ASI ditentukan oleh seberapa besar tekad kita, kerajinan menyusui/ memompa, dan pikiran yang lepas dari stress. So, kalau di awal-awal ASI kita masih sedikit, bayi rewel lalu orang sekitar menuduh ASI kita tidak cukup, ASI encer, bla bla bla… jangan keburu stress dan menyerah. Tetap semangat berusaha, moms.

Bila memang kondisi tidak memungkinkan untuk ASI eksklusif sejak dini, tidak perlu merasa bersalah jika memang kita harus meminta bantuan kepada susu formula untuk sementara waktu. Saya pun dulu mengalaminya, ketika bayi sempat agak kuning setelah 3 hari pasca pulang ke rumah dan dokter menyarankan agar memberikan sufor dulu hingga ASI cukup, saya pun turut melakukannya. Awalnya saya sempat down dan merasa gagal memberikan ASI eksklusif, tapi kembali lagi yang penting bayi kita sehat dan terhindar dari bahaya toh? Dengan tetap memelihara keyakinan anak saya bisa kembali ASI full, syukurnya, dia hanya merasakan sufor selama 2 bulan pertama saja. Setelahnya dan hingga kini berusia 10 bulan, anak saya masih minum ASI full tanpa absen ke sufor lagi.


baca juga: Cerita ASI #1: Balada Menyusu Langsung vs Perah vs Susu Formula


Bagi pumping mom yang stoknya nggak seperti ibu-ibu lain yang bisa bikin 1 kulkas penuh juga tidak perlu minder atau berkecil hati, pokoknya yang penting setiap anak kita butuh ASI, ASI tersebut selalu siap sedia!

2. skin to skin contact

Meluangkan waktu dengan melekatkan bayi ke tubuh kita ini juga punya efek bagus lho, moms. Bagi si bayi tentunya akan memberikan rasa nyaman, tenang, dan terlindungi, yang pastinya akan baik sekali bagi pertumbuhan otak dan psikologisnya. Sedangkan bagi sang ibu, keintiman yang tercipta mampu memicu produksi hormon oksitosin yang bertugas untuk merangsang keluarnya ASI.

Di bagian ini, dr. Dimple juga menegaskan perbedaan antara hormon oksitosin dan prolaktin. Hormon oksitosin seperti yang dijelaskan di atas sangat bergantung pada suasana hati sang ibu. Oleh karena itu, penting sekali ibu menjaga mood tetap dalam keadaan happy agar ASI bisa keluar dengan lancar. Sementara hormon prolaktin merupakan hormon yang bertugas memproduksi ASI dan didapat dari rangsangan sensorik ketika bayi menyusu. Semakin sering bayi menyusu/ menghisap puting, maka semakin banyak hormon prolaktin yang dihasilkan dan beimbas pada banyaknya ASI.

3. rutin menyusui

Masih menyambung materi di atas, rutin menyusui/ memompa akan sangat membantu produksi ASI. Ada baiknya jika ibu belajar mengenali tanda lapar pada bayi dan menyusui ketika bayi masih dalam keadaan tenang. Seringkali kita sebagai ibu luput mengenali tanda lapar dan baru menyusui ketika bayi sudah menangis. Jika sudah begitu, tenangkan dulu bayi baru kemudian disusui.

Tanda lapar pada bayi dapat dikenali dalam 3 fase berikut:

Early cues:

  • Bayi mulai gelisah
  • Bayi mulai membuka-tutup mulut
  • Bayi mulai menoleh kanan-kiri seolah mencari sesuatu

Mid cues:

  • Bayi mulai meregangkan tubuhnya
  • Gerakan bayi semakin gelisah
  • Bayi mulai memasukkan tangan ke mulutnya

Late cues:

  • Bayi mulai menangis dan gerakan tubuhnya terlihat marah
  • Kulit bayi berubah menjadi merah akibat menangis

4. diet sehat

Kata “diet” salam bagian ini bukan berarti diet kurus ya moms. Yah, walaupun sebenarnya dengan menyusui kita akan kurus dengan sendirinya–katanya begitu—jadi tidak perlu lagi diet menyiksa diri hanya untuk menguruskan badan tapi ASI bayi terlantar. Duh, jangan sampai ya! Diet di sini dimaksudkan agar kita ibu-ibu mengonsumsi makanan sehat termasuk lemak sehat. Jangan trauma dulu sama lemak ya karena lemak sehat ini kita butuhkan agar dapat masuk ke ASI dan membuat bayi kenyang. Pastinya moms sering mendengar istilah foremilk dan hindmilk kan? Nah, si hindmilk inilah yang berperan memberikan rasa kenyang pada bayi. Jadi semakian banyak lemak pada hindmilk, bayi pun kenyang lebih lama. Selama menyusui, kita dianjurkan meningkatkan konsumsi kalori hingga 500 kkal/ hari. Mengonsumsi vitamin penunjang juga tidak masalah, tapi yang terpenting adalah dari makanan alami yang kita konsumsi.

todaysparent.com

5. rajin memompa

Salah satu habit yang bisa kita lakukan agar produksi ASI melimpah adalah dengan tetap memompa payudara walau kita sudah melakukan direct breast feeding. Pasalnya, produksi ASI memiliki sistem supply by demand sehingga jika payudara kosong, maka tubuh otomatis akan memberikan sinyal ke otak untuk memproduksi ASI kembali.

Kapan saat terbaik untuk memompa?

Jika moms menyusui langsung, pompa ASI sekitar 30-60 menit setelah menyusui atau 1 jam sebelum menyusui. Jika moms seorang eping (exclusive pumping), pompa ASI sebanyak 6-8 kali per hari. Durasi ideal 2-3 jam sekali.

Hal-hal yang perlu dilakukan sebelum memompa ASI:

  1. Cari posisi yang nyaman dan tenang
  2. Kompres hangat dan pijat lembut payudara untuk merangsang ASI
  3. Usahakan menggunakan pompa dengan double pumping agar payudara bisa sama-sama kosong dalam waktu yang sama serta tidak ada ASI tercecer jika hanya memompa salah satu. Perlu diketahui jika kita memompa satu PD, PD sebelah akan ikut terangsang dan meneteskan ASI.
  4. Pastikan ukuran corong pompa pas dengan PD moms.

baca juga: Cerita ASI #3: Review Medela Double Swing Maxi vs Spectra 9S


Pijat payudara ini akan sangat membantu sekali jika dilakukan sebelum dan saat memompa untuk meningkatkan kadar lemak. Pijat payudara juga tidak harus dilakukan ketika usai melahirkan saja, tapi bisa juga dimulai saat hamil untuk mengurangi rasa nyeri karena PD yang mulai membengkak. Usai melahirkan pun, pijat payudara dapat dilakukan setidaknya 2 jam setelahnya.

Selain pijat payudara, ada pula yang namanya pijat oksitosin yang gunanya tentu saja untuk membantu merangsang hormon oksitosin. Pijat oksitosin bisa dilakukan dengan bantuan suami atau orang lain. Caranya adalah dengan moms duduk sambil memeluk bantal lalu sedikit membungkukan punggung. Kemudian suami dapat membantu pijatan mulai dari bagian tengkuk dengan menggunakan jempol yang diarahkan melingkar ke arah luar, lalu dilanjutkan ke bagian ruas tulang belakang ke bawah dengan gerakan yang sama.

Mohon dicatat, pijat oksitosin ini TIDAK BOLEH dilakukan pada ibu hamil ya, karena dikhawatirkan dapat memicu kontraksi.

dr. Dimple memberikan demo cara melakukan pijat oksitosin

Agar pijatan lebih smooth, bisa dibantu dengan minyak, salah satunya seperti Bio Oil. Bio Oil ini mengandung ekstrak tumbuh-tumbuhan seperti lavender, kalendula, rosemary, chamomile, vitamin A, vitamin E yang tersuspensi dalam bahan dasar minyak serta bebas oksigen sehingga khasiat kandungannya tetap terjaga. Bio Oil juga mengandung PurCellin Oil yang berfungsi mengubah konsistensi formula menjadi ringan dan tidak lengket sehingga memastikan bahan aktif dalam vitamin dan ekstrak tumbuhan terserap ke dalam kulit.

Kegunaan Bio Oil tidak hanya sebagai minyak pijat, tapi lebih berfokus untuk membantu menyamarkan bekas luka, mengurangi stretch mark, menyamarkan noda pigmentasi yang membuat warna kulit tidak rata, merawat tanda penuaan kulit, dan mengembalikan minyak alami bagi kulit kering. Bicara soal stretch mark yang biasanya jadi problem utama ibu hamil bisa dikurangi kemunculannya dengan mengaplikasikan Bio Oil di area yang rentan stretch mark, seperti bawah perut misalnya, mulai dari trisemester kedua. Pasca melahirkan, bisa dilanjutkan penggunaannya sebanyak 2x sehari sehabis mandi selama minimal 3 bulan. Pengaplikasian Bio Oil untuk keluhan apapun tetap memerlukan pijatan lembut agar minyak dapat terserap sempurna dan memberikan hasil yang signifikan.

Bio Oil juga diklaim sebagai minyak kaya manfaat yang dapat diaplikasikan untuk perawatan mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki. Gambar di atas merupakan sedikit resep yang bisa kita tiru untuk perawatan sederhana di rumah.

6. have a good me time

Lanjut lagi bicara soal produksi ASI, me time juga sangat diperlukan agar moms bisa relaksasi sejenak dari kelelahan mengurus buah hati. Kerjasama dengan suami/ orangtua/ mertua agar dapat menitipkan sejenak pengurusan si kecil. Me time ini bisa dengan jalan-jalan ke mall, melakukan perawatan tubuh, menjalankan hobi yang disukai, atau sekedar duduk di rumah sambil mendengarkan musik/ nonton drama korea seperti saya mungkin hehehe… Apapun itu, kita perlu waktu untuk diri sendiri, relaksasi dengan satu tujuan: IBU BAHAGIA, ASI LANCAR JAYA!

This slideshow requires JavaScript.

Demikianlah hasil seminar yang bisa saya share di sini. Semoga bermanfaat bagi mami-mami sekalian yah! Salam #PejuangASI. Kalau moms punya tips sendiri atau ada yang ingin dibagikan pengalamanannya seputar ASI ini, silahkan banget lho untuk berbagi di kolom komentar 🙂

Advertisements

2 thoughts on “Cerita ASI #4: 6 Kebiasaan Ini Baik untuk Ibu Menyusui yang ingin ASI Lancar

Thank you for reading! Feel free to put your comment below

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s