Belajar dari Sintia Masterchef, Jangan Dengarkan Omongan Orang!

Sintia Masterchef

Siapa di sini yang suka mengikuti program Masterchef Indonesia season 6? Bagi kalian yang setia menonton, pasti tahu kan di episode penayangan 25-26 Januari 2020, Sintia Masterchef harus mengubur mimpinya menjadi juara Masterchef dalam-dalam akibat tindakannya sendiri?

Bisa dibilang banyak kejutan tak terduga pada Masterchef Indonesia season 6 ini. Dimulai dari didiskualifikasinya Eddy Siswanto akibat ketahuan menyontek resep. Dan kemarin, pulangnya Sintia ternyata menyimpan kisah tak mengenakkan. Sintia harus tereliminasi 2x akibat tindakan yang seharusnya tidak ia lakukan.

Kisah tereliminasinya Sintia Masterchef

Pada episode 25 Januari 2020, secara mengejutkan Sintia dipanggil ke depan oleh para juri karena masakannya yang bertema Chinese Food terlihat “menarik”. Ditambah lagi adanya cangkang kepiting yang ada di dalam pangsit goreng buatannya. Lalu pada challenge kedua, ia berpasangan dengan Soni dan harus membuat menu dimsum. Keduanya tidak pernah membuat dimsum dan hasil karya mereka berhasil membawa mereka masuk ke pressure test. Bagi Sintia, ini adalah pressure test pertamanya dan dia gagal membuat xiao long bao dengan baik sehingga para juri memutuskan bahwa dia harus pulang saat itu juga.

Esok harinya, Sintia masih diberi kesempatan kedua dengan bergabung bersama comeback team. Sayangnya, lagi-lagi Sintia harus menelan pil pahit karena gagal memuaskan juri saat ditantang menduplikasi Peach Tarte Tatin buatan Chef Juna.

Saat mengucapkan kalimat perpisahan, terungkap bahwa tindakannya memasukan cangkang kepiting ke dalam pangsit disengaja. Ia berbuat demikian lantaran sering diledek oleh rekan lainnya karena tidak pernah dipanggil oleh juri. Ledekannya sendiri berisi bahwa Sintia memakai susuk dan dukun hingga posisinya selalu aman. Walau mungkin maksud rekannya murni bercanda, rupanya kalimat tersebut cukup mengusik Sintia sehingga ia ingin membuat kesempatan agar dipanggil juri.

Celakanya, langkah yang dia ambil bukanlah dengan mempersembahkan masakan terbaik, tapi dengan sengaja membuat kesalahan fatal yang malah menjerumuskan dirinya sendiri. Setelah mendengar pengakuan Sintia, Chef Juna pun mempertegas bahwa memang juri hanya memanggil peserta dengan makanan yang menurut mereka menarik. Menarik sendiri bisa dalam artian terbaik atau terburuk.

Penyebab Sintia tidak pernah dipanggil, itu karena masakannya memang tidak paling baik, tapi juga tidak paling buruk. Bisa dibilang sebenarnya posisi Sintia aman-aman saja sejauh ini. Sayangnya, dia malah menggali kubur sendiri. Chef Juna juga ikut menegur Sintia yang terlalu memasukkan omongan rekan-rekannya ke dalam hati hingga mencelakakan diri sendiri.

Sudah menangkap apa yang ingin saya sampaikan? Hehehe…

Btw, saya ingin menyatakan dulu ya terlepas dari segala gosip, rumor, drama, atau segala macam spekulasi yang ada dibalik masterchef, yang ingin saya soroti di sini adalah bagaimana suatu omongan/ ledekan bisa berpengaruh terhadap orang lain. Saya bukan mau menganalisa apa dan mengapa Sintia berbuat demikian, toh semuanya juga sudah terjadi.

Anggap saja tulisan saya di bawah ini sebagai tips menghadapi annoying people yang suka memberi komentar negatif.

Baca juga: It Started with a Why

Jangan dengarkan omongan orang

Saya sendiri dan mungkin setiap kita pasti pernah mengalami dicibir oleh orang lain. Reaksi pertama mungkin akan marah dan tidak terima dikatai demikian. Seiring bertambahnya usia, saya sendiri mencoba belajar untuk lebih bijak menanggapi komentar-komentar yang tidak mengenakkan, termasuk bullying secara verbal.

Prinsip pertama adalah abaikan dan tutup kuping rapat-rapat atas segala komentar negatif yang ditujukan kepada kita. Selama mereka bukan orang yang menafkahi saya, I don’t f***ing care of what they said. Saya cuma akan mendengarkan mereka yang memberikan masukan secara positif dan membangun. Bukan ejekan-ejekan tak berdasar. Biarkan saja mereka membuang energi sia-sia dan apa yang mereka tuduhkan tidak akan terbukti.

Jika saya berada dalam posisi Sintia Masterchef, saya pun tidak akan peduli dengan cemoohan tak berdasar tersebut. Saya tidak berbuat demikian dan kenapa harus memikirkan tuduhan mereka? Semua peserta yang ada di galeri Masterchef datang untuk berkompetisi dan mungkin mereka melakukan cara-cara tertentu untuk menjatuhkan lawan. Apesnya, Sintia termakan jebakan “badman” tersebut.

Komentar orang memang tidak bisa kita kontrol, tapi kita bisa mengontrol diri kita. Perbanyak bergaul dengan orang-orang positif. Jika merasa mengalami gejala depresi, cari orang yang bisa dipercaya atau pakar untuk mencurahkan keresahan tersebut. Jangan simpan kepahitan ke dalam hati karena efeknya bisa berbahaya.

Sekali lagi, hiraukan saja komentar negatif orang lain yang tidak berkontribusi apapun dalam hidup kita. Apabila terlalu mendengarkan omongan orang hanya akan berakibat pada kejatuhan diri dan ketidakbahagiaan. Pada akhirnya hanya merugikan diri sendiri.

Latih diri untuk selalu berkata positif

Treat others like the way we want to be treated.

Pepatah tersebut juga benar-benar saya jadikan prinsip hidup. Saya tidak suka dibully, diejek, dan dikatai, maka dari itu saya pun tidak mau melakukannya kepada orang lain. Saya selalu berusaha untuk berkata positif termasuk saat memberikan kritik dan saran kepada orang lain. Saya yakin karma itu ada dan tidak akan pernah meleset. Jika kita memperlakukan orang dengan baik, masa iya kita tidak mendapat perlakuan serupa?

Satu lagi, kita tidak pernah tahu situasi sesungguhnya yang dihadapi orang lain. Oleh karena itu, saya sendiri selalu belajar dan mengingatkan diri untuk tidak menghakimi orang lain hanya dari apa yang terlihat dari luar. Selalu ada alasan dibalik tindakan seseorang, coba pahami sebelum sembarangan berkomentar yang menjatuhkan.

Well, meski tidak selamanya kita bertemu orang baik 100%, anggap saja kita tengah melunasi karma masa lampau yang mungkin tidak kita sadari pernah kita lakukan ketika bertemu orang yang memperlakukan kita secara kurang menyenangkan.

Fokus memberikan yang terbaik

Candaan bersifat negatif yang berulang, lama-lama memang dapat mengusik hati dan pikiran kita. Namun, daripada ambil pusing memikirkan hal negatif seperti itu, lebih baik kita fokus saja untuk memberikan yang terbaik dari apa yang bisa kita lakukan.


Semoga dari peristiwa yang terjadi pada Sintia Masterchef ini bisa kita petik pelajarannya dan diterapkan pada diri sendiri. Yang jelas, selalu ingat untuk bahagia, oke? 🙂

Artikel ini dibuat tanpa bermaksud menjatuhkan siapapun dan hanya ingin mencoba mengambil hikmah dari peristiwa yang terjadi. Semoga tulisan ini bermanfaat buat teman-teman semua. Thanks for reading and see you in the next post!

Image courtesy: Masterchef Indonesia Youtube Channel

Melissa Tjia

Author of Mel's Playroom - Mom and Beauty Blogger.

A full time mom and a part time blogger who occasionally escape to blogging as her stress release therapy.

17 Comments

  1. Tutup kuping dan masa bodoh aja sama ledekan orang lain. Aku setuju, Mbak. Kalau ga bisa ngambil sisi positifnya malah bikin kita jadi bad mood dan kita sendiri yang rugi

  2. akur 100 persen dengan tulisanmu. omongan orang lain jangan dimasukin ke hati. cukup didengarkan saja, analisa di dalam pikiran jika benar, jika tdk abaikan saja.

  3. Ambil baiknya, klo omongan orang memang baik ya di dengar kalo tidak buat apa lebih baik jauhi orang tersebut karena bisa merusak syaraf

  4. Ternyata sefatal itu komentar negatif orang. Bagi kita biasa aja, tapi blm tentu bagi orglain.
    Disini pentingnya kita tidak usah terlalu memusingkan omongan orang dan perbanyak afirmasi positif ya. Percaya akan kemampuan diri sendiri.

  5. setuju sih, kita kalo pusing dengerin omongan orang mah gabisa hidup tenang. pusing mikirn apa yg orang mau mulu

  6. Emang kadang2 lebih baik bersikap bodo amat. Karena yang tau diri kita ya kita sendiri. Banyak orang lain yg ga punya peran apa2 tp gampang bgt judgin buruk dan ikut campur….

  7. Terima kasih ya Mba Tipsnya, aku sendiri suka kebawa juga sama omongan orang. Tapi langsung sadar, berpikiran positif benar-benar harus dilatih deh.

  8. Serujuuu…Tutup telinga omongan orang yg negative, cerna saja yg omongan yg penting dan membangun. Jangan sampai kita jadi ikutan negative dan sedig berkepanjangan

  9. Menurutku jangan dengarkan omongan orang tapi sambil introsfeksi dan benahi mana yang kurang dan kalau bisa jadiin menjadi bagian kenunikan kita yash

  10. akuuuu nonton! mama, aku, dan adek selalu kmpak buat nonton ini setiap sabtu minggu haha btw aku baru notice sinta karena episode ini loh ka, dan ternyata prinsipnya bisa banget dicontohh

  11. bener banget ya ka omongan orang mah kalo positive dan membangun ajah yang didengerin kalo negative dan bikin down mah hempaskeun ajah yah .. hidup harus berkelas yay

  12. Suami suka banget nonton masterchef, kalau aku sih jarang. Tapi pas baca ini kok ya malah menarik ya. Banyak kejadian-kejadian yang diluar perkiraan.

    Bener deh, banyak orang yang peduli sama omongan orang lain. Padahal kita diberi 2 tangan untuk menutup telinga, bukan menutup semua mulut yang nyinyir.

  13. Sudah seharusnya kita emang gak usah mendengarkan apa kata orang. Apalagi orang sekarang kebanyakan pintar menilai org lain tapi tidak pintar menilai diri sendiri.

  14. bener banget, kalau dengerin omongan orang terus ga maju2 karena omongan orang beda2 mau sebagus apapun kita pasti aja di bilangnya tetep kurang 🙁

  15. Agreeeeedd! Ngapain perduli sama apa kata orang, apalagi kl yang diomongin yang jelek2 yah. Mending fokus sama diri sendiri, yakin sama kemampuan kita supaya jadi lebih baik 🙂

  16. Wah aku baru tahu kasus Sintia yang sengaja memasukkan cangkang kepiting. Aneh menurutku. Kalau dengerin omongan orang aku kadang masih sih, hiks terutama yg negatif gitu kadang kepikiran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow Me!
%d bloggers like this: