Blog vs Youtube dan Kenapa Tetap Memilih Jadi Blogger? – Part 2

Pada part sebelumnya saya sudah membahas blog vs youtube dari sisi passion, proses pengerjaan, dan juga modal yang dibutuhkan. Di part kedua ini saya akan membahas tentang kualitas konten, kompetisi, dan monetasi. Silakan disimak, guys.

Kualitas konten blog vs youtube

Pro kontra konten Youtube masa kini

Bicara soal kualitas konten, kebetulan sedang ramai dibicarakan ketika DaLopez bersaudara mendeklarasikan diri akan keluar dari Youtube tahun depan. Salah satu alasannya adalah karena mereka sudah jenuh melihat kompetisi di Youtube yang sudah tidak sehat lagi. Jovial merasa sekarang ini para Youtuber hanya membuat konten demi mengejar nominal semata. Selain itu, sistem dalam Youtube sendiri dinilai lebih memihak mereka yang bisa menggaet banyak viewers dan subscribers sehingga menenggelamkan Youtuber pemula yang kontennya potensial.

Kalau soal ini, saya sendiri juga merasakan sih konten yang ada di Youtube sekarang jauh berbeda dibandingkan 2-3 tahun lalu. Saya rindu masa-masa Youtuber collab membuat video sketsa yang bisa bikin kita tertawa. Sekarang ini konten-konten prank dan gosip malah jauh lebih populer daripada konten yang berbobot.

Lalu, saya juga merasakan Youtube sekarang terasa saturated karena maraknya konten-konten click bait unfaedah seperti itu dan persaingan Youtuber yang demi monetasi semata. Memang sih kita menyaring sendiri konten apa yang mau kita tonton, tapi kalau yang disuguhkan di halaman feed dan trending semuanya seperti itu, apa nggak semakin terasa saturated-nya ya? Saya sih lumayan berasa, bagaimana dengan kawan-kawan sekalian?

Untuk membuat konten yang berkualitas memang terserah masing-masing individu. Kita bisa menilai kok mana kreator yang tulus dan niat bikin konten sama yang bikin konten karena mengejar angka just like TV did. Fenomena Youtube yang saturated inilah yang semakin membuat saya malas bertarung di dalamnya selain karena alasan di atas. Kasarnya, udah kalah modal didukung kurangnya niat yang 100% dan sistem Youtube yang berpihak pada angka.

Kualitas konten dari sisi blog

Sementara itu dari sisi blog, blog tidak menerapkan target subscriber ataupun pageviews tertentu untuk bisa diterima adsense. Yang saya tahu syaratnya kurang lebih sudah punya TLD, self hosting, dan aktif membuat artikel setiap bulannya. Jadi, kita para blogger nggak sengoyo Youtuber mencari viewers dan subscribers. Kalau mau diterima adsense, ya tinggal penuhi saja syarat tadi, terutama rajin menulis blog-nya. Kalau hanya sebulan 1 ya jangan harap bisa diterima.

Kemudian untuk kualitas konten blog juga tergantung kepada si penulis. Kalau ingin artikelnya banyak dikunjungi dan dibaca orang, maka kita harus pintar-pintar mengolah kata, data, dan memberikan faedah. Lalu selanjutnya belajar tentang teknik SEO agar blog kita mudah diindeks oleh Google dan berpotensi dibaca orang saat mereka mengetik keyword tertentu.

Nggak disangkal juga kalau ada tipe blogger yang menggunakan clickbait, tapi kalau isi artikelnya nggak sesuai harapan juga orang akan ogah mengunjungi blog itu lagi. Sebagai blogger, kita justru dituntut untuk membuat artikel sebagus mungkin agar orang percaya dan mau balik lagi mampir ke blog kita. Atau mungkin malah mendapat kesempatan kerjasama.

Kompetisi

Karena belakangan ini banyak sekali orang yang berbondong-bondong menjajal peruntungan menjadi Youtuber, ada sedikit kekhawatiran bahwa profesi blogger akan terlengserkan. Dalam artikel Begini Caranya Blogger Bisa Diajak Kerjasama dengan Brand, narasumber mengungkapkan bahwa hal itu tidak akan terjadi karena baik blogger maupun youtuber memiliki pangsa pasarnya masing-masing. Keduanya akan masih sama-sama dibutuhkan karena target yang ingin dicapai oleh brand juga berbeda.

Saat mengetahui hal tersebut, saya juga berpikir bahwa tidak semua manusia makan nasi kan. Sama halnya nggak semua orang suka menonton Youtube karena durasi yang lebih lama dibandingkan membaca blog yang membutuhkan waktu sekitar 1-3 menit saja. Orang pun bisa langsung mencari target informasi yang ingin diketahui tanpa harus menunggu lama.

Kompetisi blog vs youtube hanya di arena page 1 Google dan diklik oleh pengaksesnya. Di sinilah ilmu SEO kita bermain.

Monetasi

Dalam Youtube podcast Deddy Corbuzier vs Skinny Indonesia 24, Jovial DaLopez sempat mengatakan bahwa segala sesuatu yang dikerjakan karena mengejar uang pasti tidak akan baik hasilnya. Dan hal ini juga diamini oleh Deddy karena dia merasakan hal yang sama ketika memutuskan berhenti main sulap. Deddy berkata bahwa ia berhenti main sulap juga karena lama-lama merasa ketika tawaran main datang, yang ia pikirkan hanya seberapa besar orang itu mau bayar dia.

Mendengar kalimat tersebut, saya juga jadi berpikir bisa jadi alasan saya segan bertarung di Youtube karena motivasi awalnya ya memang mencoba peruntungan adsense. Dan ketika saya merasa semakin sulit, saya jadi kehilangan minat untuk melanjutkannya. Padahal saat itu blog saya ini juga belum bisa dipasang adsense. Baru ketika mulai mengurangi bikin video dan memutuskan fokus di blog, saya mulai migrasi ke self hosting dan dalam 6 bulan berhasil diterima adsense.

Jadi, saya berkesimpulan dimana ada niat di situ ada jalan. Dimana passion kita berada, di situlah kita bisa mendapat manfaat baik materi maupun imateri. Setujukah kawan atau ada pendapat lain?

Alasan tetap menjadi blogger daripada youtuber

Sampai sekarang saya tetap menulis blog baik karena pekerjaan atau hanya untuk menumpahkan isi pikiran. Karena saya suka menulis, saya sama sekali nggak merasa keterpaksaan ketika melakukannya. Beda ketika mencoba membuat Youtube yang lama-lama saya agak merasa sedikit terpaksa dan lelah. Sudah gitu saya juga merasa kurang bakat cuap-cuap di depan kamera. But, bukan berarti saya akan 100% say no to youtube ya. Kadangkala kalau memang lagi mau bikin video ya saya bikin saja sebagai selingan.

Namun, ada juga kok orang yang bisa berhasi memonetasi blog dan youtube-nya. Saya sangat kagum dengan dia dan kawan-kawan bisa juga belajar darinya. Teman saya itu nggak lain adalah Lia Harahap, blogger yang pernah berkolaborasi dengan saya dalam artikel Gaya Hidup Minimalis vs Beauty Blogger. Kalian bisa mengunjungi Instagram-nya @liaharahap_lh jika ingin berguru hehehe…

Ya begitulah isi pikiran saya tentang kenapa tetap setia menjadi blogger dan tidak tertarik untuk gigih menjadi Youtuber. Semua ada pertimbangan masing-masing. Begitupun apabila diantara kawan Mel’s Playroom ada yang ingin lebih fokus menjadi Youtuber. Kalau boleh tau, kalian ini tim blog atau youtube nih? Dan kenapa alasannya?

Untuk baca part 1 bisa mengklik tombol di bawah ini:

Thanks for reading and see you in the next post!

Melissa Tjia

Author of Mel's Playroom - Mom and Beauty Blogger.

A full time mom and a part time blogger who occasionally escape to blogging as her stress release therapy.

17 Comments

  1. Baru baca ini, ternyata kok sama gejala2nya, hehe.. Salam kenal ya..

  2. Sama nih kayak aku, lebih suka nulis daripada cuap-cuap. Gak anti youtube juga, cuma emang lebih nyaman di blog ya mbak..

  3. Iya bener, konten yutub sekarang itu didominasi sama yang banyak duitnya, sama siapa lebih populer plus prank, dan gosip. Ga jauh beda sama tV jadinya. sebel deh.

  4. Buat aku jadi Blogger dan Youtube tetap mba perlu effort. Kalo ngeblog tetap perlu edit untuk infografis dan foto-fotonya tapi memang edit video untuk youtube itu lebih banyak makan waktu dan konsentrasi.
    Keduanya tetap mengasyikkan… dan aku tetap pilih nge-blog

  5. Aku jujur mulai merambah Youtube sekarang mbak. Sekalian nitip video disana, plus buat konten pendukung blog. Kalau blog sih insya Allah tetap jalan karena emang dari duluuu banget mulainya ya dari blog. Nah kalau fenomena sosmed apalagi ada TikTok gimana hihi. Bahas yuk

  6. Sebenernya sama pentingnya sih yaa berkarya di Blog atau Youtube. Menurutku tergantung dari segi kenyamanan juga. Bagi yang nyaman menulis, tentu Blog bakalan jadi pilihan yang tepat banget.

  7. Baru banget aku kepikiran pasang adsense di blog hehe, dulu soalnya masih fokus mengembangkan konten.. eh pending karena covid 19 heheheu..

  8. Intinya menekuni yang memang menjadi passion dan bidangnya yaa…
    Gitu gak sih..kak Mel?
    Tapi aku setuju yaa…yang dilakukan dengan ikhlas dan tulus, akan lebih “sampai” ka hati penikmatnya daripada yang dilakukan untuk mengharapkan uang/sponsorship atau apapun itu namanya.
    Bener yaa..
    Rindu jaman-jaman masih “bekerja dari hati”.

  9. dulu ada yg bilang ke aku juga, kalau blogger itu udh gak laku lagi. tp aku langsung bantah abis-abisan. aku jawabnya simpel, selama kita dan seluruh umat manusia, masih mencari sesuatu informasi pake google, blogger masih akan tetap laku. secara blog nyangkutnya pake keyword di google dan emg betul tergantung kebutuhan si brand itu sendiri. brand akan keliahatan lebh kredibel kalau banyak tulisan/ulasan/beritanya di google pas orang2 cari. percuma buka youtube ada, tp pas dicari di google datanya kosong.

  10. aq sampai sekarang lebih milih blog drpd youtube karena malas bikin videonya apalagi editnya, kalau nulis buat pribadi lebih mudah aja dan lagipula mba semua orang skrg cita2 jadi youtuber sampai ke anak2 kecil juga, hihihi

  11. Sebetulnya kalau mau lebih berkembang aku bisa terjun ke youtube juga ce. Alias jump onto the bandwagon. Cuman aku pribadi lebih nyaman nulis & edit foto. Berbicara di depan kamera dalam waktu yang lama rasanya awkward. Aku akhirnya memilih tetap bertahan di blog karena alasan tadi.

    Mengenai adsense, dulunya blog ku pakai adsense. Uangnya juga sehari cuman 100 perak. Lalu tiba-tiba entah mengapa adsense nya jadi all over the place menuhin blog ku, jadi terlihat buruk. Akhirnya aku matikan dan aku beli domain untuk blog ku. Eh sekarang harus apply ulang adsense tapi gak ketrima-trima, karena covid katanya. Yasudalah. Aku menikmati ngeblog untuk sekadar hobi saja.

  12. setuju banget mba Mels, saya juga ngikutin youtube udah lama, dan dulu itu kontennya bagus-bagus, sekarang banyak yang mengisinya untuk mencari popularitas dan uang semata (tidak salah sih, itu hak mereka), tapi jadinya perubahan itu membuat saya jadi mengurangi bersurfing ria di youtube. sekarang buka youtube kalau ada yang mau dicari aja. kalau dulu kan buka untuk melihat apa yang terbaru niy. tapi masih banyak juga youtube-youtube yang kontennya bermanfaat ko tentunya tapi ya itu pintar-pintar memilihnya. saya memilih blogger karena memang lebih suka menulis ketimbang memasang muka di depan kamera hehehe, selain itu menulis juga menurut saya manfaatnya buat saya pribadi lebih banyak. setiap orang pastinya berbeda-beda dna itu pilihan masing-masing, bisa jadi kedepannya malah saya jadi youtuber tentunya konten saya bermanfaat. harapannya begitu, let’s see lah hehe

  13. kalau aku sih udah jelas ya mels, passionnya di mana hahaa karena medsos aja aku nggak ke pegang hahaha apalagi youtube, jadi keingetan udah setengah tahun lebih nggak bikin video hahahaa

  14. Aku nih seertinya masih ngeblog dan ngevlog karena hobby aja yaa hehehe.. tapi semangaat jadinya kalau liat temans oke semuaaa ngeblognya

  15. Saya sempat mikir mau pindah ke youtube, tapi karena mau serius fokus blog dulu (setelah instagram), sementara pending dulu. Dan saya lebih suka baca review daripada nonton bertele2 hehe..

  16. Sepemikiran sama aku soalnya sekarang YouTube udah gak semenarik dulu banyakan sekarang artis artis yang terjun ke YouTube. Kalo blog selain karena emang passion aku ya emang lebih terasa hasil dari effortnya

  17. Makasi Mel sudah mention aku 🙂

    Setuju, awalnya memang kalau yang dipikirin monetisasinya aja bakalan jadi berat. Tapi menurutku YouTube dan Blog hampir mirip. Aku tetap buat keduanya karena memang bisa saling melengkapi.

    Apapun pilihannya, tetaplah membuat konten kreator dengan tujuan yang baik. Pasti rejeki akan mengikuti. Tetap semangaaat 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Follow Me!
Ooops! Do not copy and share the link instead. Thanks!
%d bloggers like this: