Tips & Tell

Indahnya Berbagi Melalui Tulisan

Sumber: www.akuhebat.com

Kemarin malam saya merasa bahagia karena mendapatkan 2 teman baru yang membaca salah satu tulisan saya: Tung Mei, Terapi Untuk Penderita Skoliosis, yang saya muat di blog pribadi dan di Kompasiana.  Hari ini saya mendapat teman 1 lagi, menanyakan hal yang sama. Awal niat saya menulis artikel tersebut hanya untuk berbagi informasi, siapa tahu masih banyak orang-orang di luar sana yang membutuhkan pengobatan alternatif untuk mengoreksi tulang punggung mereka. Dan saya sungguh senang sekali jika ternyata tulisan saya membuahkan manfaat bagi mereka yang membaca. 
Kebanyakan dari mereka menge-mail saya, menanyakan hal-hal seputar skoliosis dan juga pengalaman saya setelah mengikuti terapi. Jika di antara mereka ada yang kemudian bisa berobat dan membaik, tentunya akan lebih membahagiakan lagi. 
Berbicara mengenai skoliosis, bisa dibilang penyakit ini seperti ‘silent disease’. Kebanyakan orang menyadari mereka menderita skoliosis setelah fisik mereka berubah. Pengobatan yang ada saat ini adalah menggunakan jaket khusus bagi mereka yang masih berada dalam masa pertumbuhan, atau operasi bagi mereka yang sudah melewati masa pertumbuhan, yang tentunya biayanya tidak sedikit. Informasi mengenai penyakit ini atau metode penyembuhan alternatif tidaklah banyak, termasuk efek lanjutan jika tidak segera diobati. 

Karena saya kebetulan menemukan iklan tempat terapi tersebut di sebuah koran yang sudah lama (mama saya menyimpannya sejak 2007, tapi kami baru memutuskan berobat ke sana tahun ini) dan mencoba karena bingung harus berobat alternatif ke mana lagi serta sekarang sudah merasakan kemajuan, mendorong saya untuk membagikan pengalaman ini kepada publik. Untuk membantu mereka yang membutuhkan informasi pengobatan alternatif. Saya tidak memilih jalur operasi karena tentu saja keterbatasan biaya dan persentase kembali normal yang juga kecil. Dari pihak keluarga tidak setuju juga karena tulang saya yang masih bagus harus dipasangi pen seumur hidup. 
Dengan terapi meski hasilnya tidak beda jauh dengan operasi, hanya bisa meminimalisir derajat kemiringan daripada kembali 100% normal (mengingat usia saya juga), tapi biayanya jauh lebih murah dibandingkan harus operasi di rumah sakit dan sejauh ini kemajuannya terlihat, tulang punggung saya semakin baik. 
Sebelumnya saya juga mencari tahu beberapa tempat terapi lainnya, tapi kebanyakan yang saya temuia biayanya cukup mahal dan tidak ketahuan bagaimana hasilnya. Yang mendorong saya untuk terapi di Tung Mei tentu saja pertama adalah biaya yang terjangkau walau letaknya jauh dari rumah dan ada penjelasan jelas bagimana Yishengnya akan memperbaiki tulang saya. Awalnya murni hanya coba-coba dan searching juga tentang Tung Mei di internet, kemudian karena ternyata memberikan hasil, maka saya melanjutkan pengobatan ini. Sesampai di sana, saya juga menemukan orang-orang yang tingkat skoliosisnya lebih parah, bahkan sudah setahun lebih mengikuti terapi. Kenyataan itulah yang semakin mendorong saya untuk menulis.
Dari pengalaman ini, saya menyadari bahwa kebahagiaan menjadi penulis bukan terletak pada seberapa banyak orang yang membaca tulisan kita atau kita akan mendapatkan bayaran berapa banyak, tapi seberapa besar manfaat yang bisa kita bagikan kepada pembaca melalui tulisan kita dan tentunya sahabat-sahabat baru. Menurut saya, itulah ‘bayaran’ agung seorang penulis yang tidak bisa diukur dengan uang. Selain itu, tentu saja memberikan semangat baru bagi saya untuk terus berbagi melalui tulisan yang bermanfaat bagi orang banyak. 

Melissa Tjia

Author of Mel's Playroom - Mom and Beauty Blogger.

A full time mom and a part time blogger who occasionally escape to blogging as her stress release therapy.

You may also like...

3 Comments

  1. […] menulis saya merasa berkarya, menciptakan sesuatu, dan mendapatkan kepuasan bisa berbagi dengan banyak orang. Meski konsistensi menulis masih sering naik-turun, tapi pada akhirnya saya akan kembali lagi ke […]

  2. Hai calita… Skoliosisku gtw brp derajat krn dokternya nggak kasih tahu. Tapi semenjak terapi jadi lebih baik saja sih. Krn umur ga bs sembuh total, hanya mengurangi saja… 🙂

  3. Halo mba, mau tny, skoliosis nya mmg nya brp derajat? Apa skrg sudah sembuh berkat terapi di tung mei? Saya pgn coba. Tp btuh motifasi bgt. Masih yakin gak yakin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *