Miscellanous Tips & Tell

Ini lho Cara Supaya Pertumbuhan Instagram Kita Bagus

Hi beauties!
Artikel edisi kali ini tidak membahas seputar dunia kecantikan, tapi yah mendekati bidang kita sehari-hari lah.
Yup, sebagai content creator, aplikasi media sosial Instagram pastinya tidak bisa lepas dari kita. Hampir setiap hari kita membutuhkan Instagram sebagai salah satu media promosi konten yang kita buat. Betul?

Kenapa kita membutuhkan Instagram hayo?

Tentu saja tak lain karena aplikasi Instagram sendiri kini sudah mempunyai basis 1 miliar pengguna. Tak heran jika ia menyandang gelar “The Most Popular Social Network Worldwide“. Karena besarnya jumlah pengguna tersebut, semakin besar pula potensi market yang bisa kita grab. Kita dapat memanfaatkan crowd yang ada di Instagram untuk membaca artikel kita, mengunjungi blog kita, memberikan awareness atau personal branding kepada audience tentang diri kita sendiri sebagai blogger/content creator, dan tentunya ‘menggaet’ brand untuk project-project selanjutnya.
Saat ini, Instagram sendiri sudah semakin maju dengan fitur-fitur yang dapat kita gunakan untuk mendorong peningkatan akun kita. Contohnya: insta story, upload multiple photo, video feed, business profile, peletakkan link di bio Instagram, link swipe up di instastory (untuk followers diatas 10k), promote post, IG TV, dan fitur-fitur lainnya.

Tak sekedar fitur, Instagram pun sudah menyematkan alat pengukur untuk mendeteksi pasar kita sebagai content creator, yang dinamakan Insight. Di dalam insight, kita bisa melihat jenis audience kita, demografi, umur, traffic yang mengunjungi instagram kita, waktu terbaik untuk posting foto, dan lain sebagainya. Dari sini pula kita bisa mengukur naik-turunnya engagement yang datang ke akun kita. Ohya, untuk dapat memanfaatkan data ini, kita perlu mengubah akun menjadi business profile dulu ya.


Kenapa sih kita perlu meningkatkan pertumbuhan Instagram kita?
Pertama, pastinya karena faktor network yang besar tadi, seperti yang sudah dijelaskan di atas. Semakin besar nilai engagement kita, semakin besar potensi market audince yang bisa kita jangkau, dan pastinya ini akan disukai oleh brand karena kita punya market power untuk dipengaruhi.
Kedua, karena adanya update setiap hari, Instagram bisa dibilang menjadi media terdepan untuk mengetahui segala jenis tren yang sedang hangat di masyarakat. Kita pun bisa up to date jika ada berita atau info produk terbaru dari dunia beauty atau kategori apa yang kita sukai hanya dengan memantengi Instagram. Ya kan?

Ketiga, karena sifatnya yang mobile, Instagram bisa kita gunakan kapan pun dan dimanapun untuk berbagi pengalaman kita melalui gambar/ foto. Sangat mudah dan ringkas. Tidak ada alasan untuk tidak memaksimalkan aplikasi ini untuk kemajuan bisnis kita juga.

Apa sih tolok ukur pertumbuhan suatu akun Instagram?

1. Peningkatan followers
Tentunya ini merupakan tolok ukur yang paling gampang kita lihat ya. Misal dari 5.000 followers lalu berkembang menjadi 10.000 followers.

2. Meningkatnya engagement rate dan metriks-metriks lainnya
Metriks ini bisa dibilang merupakan nilai ukur yang bisa kita lihat di fitur Insight, yang sempat disinggung di atas. Dari fitur insight kita bisa mengecek data-data seperti:

  • Profile visits → seberapa banyak orang yang mengunjungi akun kita dalam 7 hari terakhir.
  • Website clicks → berapa banyak orang yang mengklik link yang ada di bio kita.
  • Reach → jumlah pengguna instagram yang melihat postingan kita.
  • Impressions → berapa kali postingan kita dilihat oleh 1 pengguna? Jadi, 1 pengguna instagram itu bisa lebih dari 1 kali melihat postingan kita. Makanya nilai impressions biasanya lebih besar daripada nilai reach.

Sementara untuk engagement rate itu ada perhitungan sendiri yang rumusnya sebagai berikut:

(Jumlah likes + jumlah comment)/followers x 100

Sepertinya rumit ya? Iya, tapi kini nggak perlu pusing-pusing menghitung lagi karena sudah cukup banyak aplikasi untuk menghitung ER kita, seperti misalnya Socialblade atau Phlanx.

Baca Juga: Inilah Socialblade, Situs yang Bisa Deteksi Fake Followers

Bagaimana cara untuk meningkatkan pertumbuhan Instagram?

1. Kuasai semua fitur dan metriks yang ada di Instagram
Rasanya sayang jika kita sudah menggunakan Instagram tapi jadi kurang optimal karena kita belum benar-benar memahami fitur metriks yang disediakan. Jika sudah menggunakan business profile, sangat penting bagi kita mempelajari fitur metriks tersebut, bila perlu kita catat angkanya dan buat grafiknya untuk mengetahui secara jelas dan pasti progress pertumbuhan Instagram kita. Naik, turun, atau stabil? Dari data tersebut, barulah kita dapat melangkah ke tahap selanjutnya untuk mengembangkan akun kita.

2. Tentukan niche dan lakukan interaksi dengan akun yang memiliki niche yang sama
Masih berhubungan dengan branding, niche ini perlu sebagai identifikasi dari akun Instagram kita. Niche merupakan klasifikasi akun Instagram kita berdasarkan jenis isi konten yang dibuat. Misalnya seperti akun saya @melsplayroom yang kontennya berfokus pada bidang kecantikan, mencakup makeup dan skincare. Konten post yang saya buat isinya berkisar pembahasan seputar dunia tersebut, inilah personal branding sekaligus niche konten saya.

Selain menetapkan fokus isi konten, penting pula kita berinteraksi dengan akun sejenis, dalam artian kita turut memberi like dan komentar pada postingan yang isinya tentang kecantikan juga. Dengan demikian postingan foto/ video kita bisa mendapat peluang untuk terekspose di kategorinya.
Kalau misalnya selain posting kecantikan kita juga suka melakukan fangirling, disarankan untuk menggunakan akun berbeda agar tidak mengacaukan penilaian Instagram terhadap akun kita, atau malah memindahkan niche yang sudah capek-capek kita bangun.

3. Kenali audience yang kita miliki
Pada fitur insight bagian audience, sudah terpapar data yang menggambarkan audience akun kita. Data tersebut bisa diklasifikasikan sebagai berikut:

  • Demografis → perbandingan jumlah laki-laki dan perempuan yang menjadi audience kita dan mereka ini paling banyak dari kelompok umur mana?
  • Geografis → di mana audience kita paling banyak berdomisili? Tak hanya kota, negara pun bisa terdeteksi.

Selain kedua indikator di atas, ada 2 indikator lagi yang perlu kita perhatikan sendiri, seperti:

  • Psikografis → gaya hidup dari audience itu sendiri, misalnya mereka lebih suka bergaya hidup moderate atau high-end user.
  • Behavioral → apa yang lebih disukai audience dari konten kita? Review, tutorial, tips and trick? Apakah kebanyakan dari sesama content creator atau awam?

Dengan mengenali jenis audience, kita sendiri pun bisa lebih memilah jenis konten yang akan diposting, menyesuaikan dengan selera market.

4. Tentukan branding
Nggak bosan untuk mengulang bagian ini karena masih cukup banyaknya orang yang mengabaikan perihal branding ini. Kita ingin dikenal sebagai apa? Misalnya jika kita ingin lebih dikenal sebagai blogger/ content creator, maka segala aktivitas yang kita lakukan di media sosial harus mendukung tujuan branding tersebut. Jika kita sudah mempunyai branding yang jelas, kita pun akan lebih mudah dikenali oleh orang lain.
Contohnya seperti akun @awkarin yang identik dengan 100 instagram story per hari dan foto-fotonya yang estetik. Dari dunia beauty bisa berkiblat pada @aro_kopa yang makeup tutorialnya identik dengan backsound yang fun atau @heidinatjahjadi yang brandingnya memunculkan kesan elegan.

Kalau dari pengalaman pribadi, saya sendiri memang sering share pengetahuan soal skincare, meski ada juga postingan saya yang isinya tentang makeup. Tapi entah kenapa banyak teman blogger/ teman di luar sana yang bertanya ke saya soal skincare dasar. Meski belum khusus difokuskan sebagai skincare blogger, sepertinya saya sudah ada arah ke sana. Kejadian ini juga memacu diri saya untuk coba belajar tentang skincare lebih banyak lagi.

5. Berinteraksi dengan audience
Supaya bisa lebih kenal dengan audience, interaksi dengan mereka sangat dianjurkan. Interaksi di sini bukan hanya via Instagram story, tapi bisa juga dengan membalas komen dari mereka. Membalas komen sendiri bisa membantu meningkatkan ER kita lho. Jenis interaksi lain yang bisa kita lakukan adalah dengan membalas DM, membuka polling, question box atau live session.

6. Gunakan hashtag sesuai niche kalian
Dengan menggunakan hashtag yang tepat sesuai niche, potensi kita mendapat eksposure juga lebih besar. Misal jika niche kita tentang makeup bisa menggunakan #makeup #makeuptutorial, dll, jangan menggunakan hashtag yang berhubungan dengan makanan. Nggak nyambung. Hehehe… Hashtag itu juga membantu audience menemukan postingan kita berdasarkan minat yang sama.

Nah kira-kira seperti itu tips yang bisa dipakai supaya akun Instagram kita bisa lebih optimal lagi. Materi kali ini merupakan hasil rangkuman dari Ngopi Cantik bersama Beautiesquad dengan Ni Putu Chandra sebagai narasumbernya. Semoga bermanfaat bagi teman-teman semua ya!
See you in the next post! 💋

Melissa Tjia

Author of Mel's Playroom - Mom and Beauty Blogger.

A full time mom & online seller and a part time blogger, who occasionally escape to blogging as her stress release therapy.

You may also like...

11 Comments

  1. Auda Zaschkya says:

    Instagram aja aku pening. Apalagi blog, Ci hahaha… Tapi aku harus belajar terus biar gak gaptek 🤣

  2. kalau instagramnya serius buat kerjaan memang penting memeperhatikan tips ini ya mbak biar makin dilirik banyak brand atau klien

  3. Untuk mempelajari instagram ini emg ribet ya ci wkwk harus trial n error seih sebenarnya

  4. mellisa lisa says:

    Iya nih, sekarang aku mau memanfaatkan ig buat branding content, bukan buat pribadi. Karena pengen kelihatan lebih profesional sih, jadi masih terus belajar 😀

  5. Amelia Rosana says:

    Instagram aku mah campursari, lebih ke diary gitu. Bingung juga kalau memilih branding untuk diri sendiri 😁

  6. ilmunya bermanfaat banget kak Mels! emang sekarang tuh mesti ekstra usaha banget kalo mau ngembangin diri di instagram ><

  7. Wah lengkap bingit penjelasannya mba … cucok buat aku yang masih meraba-raba soal IG hehehe… tengkyu yak!

  8. andarunitrina says:

    bermanfaat banget Kaa thanks sharingnya yaaa, seru banget tema sharingnya deh semoga next ada yang bikin buat blogger yah hihi

  9. aku mau konsisten upload 1 foto setiap hari rasanya susah setengah mati hahahaa

  10. Bermanfaat sekali tulisannya kak, sebagai instagram user masih banyak yang ga pahamnya. Tulisannya sangat membantu.

  11. Wah instagram saya jarang tak buka kak, follower minim banget 😁

Leave a Reply