isi bullet journal blogger
Miscellanous

Isi Bullet Journal untuk Blogger

Akhir tahun lalu, saya sempat membuat artikel tentang bedanya planner vs buller journal. Sesuai janji, kali ini saya ingin sharing tentang bapa saja isi bullet journal untuk blogger. Apa saja yang saya masukkan ke dalam bullet journal? Let see below!

isi bullet journal blogger
Ilustrasi key & index bullet journal. Sumber: theladyandtheink.wordpress.com

Sebenarnya tidak ada pakem khusus untuk membuat bullet journal. Bullet journal memiliki sifat fleksibel yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan si pembuat. Banyak orang membuat key/ index pada halaman pertama sebagai pengingat simbol/ daftar isi yang mereka buat. Namun, bagi saya kedua hal tersebut rasanya tidak saya perlukan. Jadi, saya langsung skip dengan membuat halaman planner sebagai berikut:

1. Cover page

isi bullet journal blogger
dok. pribadi

Halaman cover dibuat sebagai pembatas antar bulan berjalan dan supaya lebih mudah dicari. Halaman cover ini juga bisa dikreasikan sesuai tema yang ingin kita buat untuk bulan tersebut.

2. Future log

isi bullet journal blogger
Ilustrasi Future Log. Sumber: bulletjournal.com

Halaman ini diisi dengan kalender selama setahun dan disediakan lahan untuk mencatat event di masa depan yang jangka waktunya cukup panjang. Misalnya, appointment sejak Januari untuk menghadiri event di bulan Maret. Nah, supaya nggak kelupaan dan kita juga belum sampai membuat bujo untuk bulan Maret, kita bisa mencatatnya di sini sebagai pengingat. Selain event, future log juga bisa untuk mencatat tanggal-tanggal penting seperti anniversary, ulang tahun, dan peristiwa penting lainnya selama setahun ke depan.

3. Monthly log

isi bullet journal blogger
dok. pribadi

Agenda bulanan ini saya buat untuk mencatat kegiatan / deadline pekerjaan selama sebulan. Dengan mencatat di kalender bulanan ini, memudahkan saya untuk menyusun jadwal tanpa ribet. Karena lahannya terbatas, tentu saja yang saya catat adalah agenda-agenda penting di bulan tersebut saja.

Baca juga: DIY Blog Planner di bawah 50k

4. Weekly spread

isi bullet journal blogger
dok. pribadi

Bagian ini untuk mencatat kegiatan apa saja yang ingin saya lakukan sehari-hari selama 1 minggu dan lebih rinci daripada di monthly log. Model weekly spread ini jauh lebih ringkas buat saya dibanding menggunakan daily planner. Format yang saya sukai ada vertikal karena kita bisa menambahkan kegiatan di hari tersebut bila dirasa perlu. Kalau horisontal saya malah merasa ruangnya lebih terbatas. Biasanya saya juga mencatatnya ala to do list karena kepraktisannya. Namun, tidak menutup kemungkinan saya akan coba format horisontal jika suatu hari bosan dengan model vertikal.

Lalu, jika teman-teman punya agenda yang padat dalam sehari dan tidak mungkin menulisnya dalam format weekly spread, kalian bebas lho untuk menggunakan format daily planner yang lebih leluasa.

5. Project tracker

isi bullet journal blogger
dok. pribadi

Bagian ini sudah pasti harus ada untuk mencatat job-job blogger yang saya peroleh. Sebagai blogger profesional, kita juga harus mengerjakan project keep in track dan menyelesaikannya tepat waktu dong. Dengan demikian, klien akan puas dan mau kerjasama lagi sama kita. Project tracker yang saya buat ini juga untuk mencatat deadline dan mana saja pekerjaan yang masih ongoing, sudah selesai, serta awaiting payment. Jadi kalau ada yang sudah lama selesai tapi fee-nya belum cair, kita bisa ingat untuk menagih ke klien. Hehehe…

6. Financial tracker

isi bullet journal blogger
dok. pribadi

Bisa dibilang, blogger saat ini merupakan profesi instead of just a hobby. Jika sudah berbicara sebagai profesi, maka ada pendapatan di dalamnya. Di bagian inilah saya mencatat pendapatan yang masuk di bulan berjalan atas job yang sudah selesai. Dengan menggunakan income tracker, saya juga bisa menghitung pendapatan saya di bulan tersebut dan mengelolanya untuk bulan depan. Ibarat kata, saya bisa memilah berapa untuk gaji diri sendiri, berapa untuk ditabung, dan berapa untuk bantu-bantu suami beli keperluan anak.

Secara umum, bagian ini biasa disebut orang sebagai financial tracker yang di dalamnya terdapat incomes dan expenses. Saya pernah coba buat bagian expenses tapi tetap saja lose the track, jadi sampai sekarang ini saya pakai income tracker saja. Well, sebaiknya jangan ditiru ya karena seharusnya biaya pengeluaran tuh dicatat supaya kita bisa menilai dan ngerem jika sudah terlalu boros.

Sebagai ganti expenses tracker, saya membuat top-up tracker untuk mencatat kapan saja saya isi ulang dompet elektronik seperti: gopay, ovo, dan shopeepay. Ya, karena sekarang sudah zamannya cashless, saya juga lebih banyak bertransaksi via aplikasi tersebut (karena promo cashbacknya juga sih hehehe…). Ini juga sifatnya sama, supaya saya bisa lebih ngerem kalau mau belanja.

Baca juga: Manfaat Planner untuk Blogger

7. Editorial calendar

dok. pribadi

Kalau halaman ini saya gunakan untuk mencatat konten apa saja yang sudah saya posting. Sewaktu-waktu klien menanyakan, saya tinggal buka bujo dan melihat tanggal berapa project-nya saya posting. Konten yang saya catat biasanya yang saya upload di blog, youtube, dan instagram. Kalender editorial ini juga saya jadikan tolok ukur seberapa produktifnya saya di bulan tersebut, serta untuk mencegah bolong kelamaan.

8. Annual statistic

Kalau kamu juga seorang full time blogger, statistik ini penting banget untuk mengukur pertumbuhan blog kita. Apalagi kalau kita mau pasang adsense. Sebelum mengajukan aplikasi, kita bisa lihat dulu nih apakah blog kita bakal diterima adsense atau tidak. Sebenarnya saya sendiri juga nggak tahu persis sih gimana kriteria sebuah blog bisa diterima adsense atau tidak. Saya pernah tanya sama teman blogger yang sudah duluan pasang adsense. Dia menyarankan setidaknya tunggu sekitar 3 bulan setelah migrasi ke self hosting baru daftar adsense. In the mean time, don’t stop blogging.

Oke, balik lagi soal annual stats. Karena saya anaknya suka yang praktis-praktis, statistiknya cukup saya buat 1 halaman saja dalam bentuk tabel berisi 12 bulan. Statistik tersebut diisi oleh elemen-elemen yang menurut saya penting untuk dicatat. Sebut saja pageviews, unique visitor, average duration, bounce rate, dan DA/PA. Elemen-elemen ini yang biasanya ditanyakan oleh klien.

Di samping statistik blog, saya juga mencatat pertumbuhan follower di media sosial. Jika terdapat indikasi penurunan, saya bisa memikirkan solusi untuk menaikkannya kembali.

9. Post ideas

dok. pribadi

Sesuai namanya, halaman ini saya dedikasikan untuk mencatat ide-ide konten organik di luar project yang mungkin terlintas di kepala. Daripada idenya menguap begitu saja, lebih baik kan dicatat dulu. Entah pada akhirnya jadi dibuat atau tidak, itu urusan belakangan. Toh, sewaktu-waktu kita kehabisan ide, kita bisa buka-buka lagi halaman ini untuk mencari ide tulisan yang belum terealisasi.

10. Content planner

Halaman ini diadakan untuk mencatat kerangka tulisan yang mau saya tulis di blog. Baik konten project maupun organik. Poin-poin apa saja yang ingin saya masukkan dan gambar penyerta yang dibutuhkan. Karena kita ini juga manusia yang banyak agenda lain, kan nggak mungkin ya begitu ide muncul terus langsung bisa dieksekusi. So, inilah fungsi content planner buat saya.

Nah, itu dia isi bullet journal untuk blogger versi saya. Semoga bermanfaat dan bisa menjadi referensi teman-teman yang mau bikin bullet journal juga. Remember, isi bullet journal bisa disesuaikan dengan kebutuhan teman-teman blogger sendiri ya.

Referensi: Bullet Journal Website

Thank you for reading and see you in the next post!

Melissa Tjia

Author of Mel's Playroom - Mom and Beauty Blogger.

A full time mom and a part time blogger who occasionally escape to blogging as her stress release therapy.

You may also like...

18 Comments

  1. Auto pengen bikin secepatnya, kayaknya menarik banget dan bikin ngeblog jadi seru😁, bisa dikasih gambar unyu2 juga.
    Langsung mau beli buku nanti….

  2. Hastira says:

    makasih sharingnya

  3. Magdalena says:

    Dulu banget suka bikin bullet journal gini. Malah sebelum jadi blogger. Sekarang malah uda g pernah. Jadi kangen deh liat ini

  4. Thank you kak penjelasannya. Jadi ingin punya bullet journal juga. Selama ini aku belum pernah buat bullet journal khusus kayak gini.

  5. Anisa says:

    Punya banyak journal model begini, tapi malas banget ngisi nya, lbh suka nulis di catatan Hp πŸ˜‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *