perawatan rambut rontok melahirkan
Beauty Mom's Story Motherhood Tips & Tell Tutorial

Perawatan Rambut Rontok Pasca Melahirkan

Rambut rontok setelah melahirkan merupakan momok buat kaum perempuan. Saya pun nggak luput dari masalah ini. Bahkan, setelah melahirkan anak kedua, kerontokan rambut yang saya alami lebh parah dibanding anak pertama. Berikut ini saya ingin berbagi bagaimana perawatan rambut rontok pasca melahirkan.

Orangtua selalu bilang kalau bayi mulai main ludah, si ibu siap-siap deh bakan rontok parah rambutnya. Percaya nggak percaya dan mungkin nggak ada hubungannya secara ilmiah, hal itu benar saja terjadi. Sejak si adek ini muali main ludah, beuh, rambut saya berguguran nggak karuan sampai ngenes banget rasanya tiap nyisir rambut.

Kemudian, untuk menjaga agar tidak terjadi penipisan rambut dan amit-amit kebotakan, saya mulai mencari cara bagaimana merawat rambut ini. Jujur, saya sebelumnya tuh nggak perhatian banget sama rambut. Perawatannya sangat sederhana, cuma shampo dan kalau sempat pergi creambath yang bisa beberapa bulan sekali. Conditioner pun jarang pakai. Iya, secuek itu saya sama rambut. Jangan ditiru ya buibu.

Oke, biar nggak bertele-tele, langsung aja saya share apa saja yang saya lakukan untuk merawat rambut rontok pasca melahirkan ini.

1. Hindari keramas dengan air hangat

perawatan rambut rontok melahirkan
Sumber: solvay.com

Kalau menurut kepercayaan zaman dulu, 40 hari pertama kita nggak boleh kan mandi air dingin apalagi keramas. Saya pun juga melakukan hal yang sama, mandi dengan air hangat ditambah jahe dan serai. Tapi, untuk bertahan selama 40 hari tanpa keramas sepertinya tak sanggup saya. Alhasil, seminggu sekali saya tetap keramas dengan air hangat.

Setelah lewat 40 hari, ya semua kembali normal dan saya tidak lagi keramas dengan air hangat. Air hangat konon katanya dapat membuka pori-pori kulit kepala dan menyebabkan rambut mudah rontok. Sebenarnya sih keramas dengan air hangat juga punya sisi positifnya ya, seperti membersihkan minyak dan kotoran dari kulit kepala. Tapi harus diperhatikan juga suhu airnya supaya tidak terlalu panas. Referensi tentang keramas dengan air panas bisa dibaca di sini. Namun, bagi saya pribadi kalau nggak sakit ya tetap keramas dengan air dingin saja.

2. Jangan terlalu sering mengeringkan rambut dengan hair dryer ataupun menggosokkan handuk ke rambut

Meski penggunaan hair dryer dapat membantu mengeringkan rambut secara cepat, saya lebih suka membiarkan rambut kering alami. Saya hanya menggunakan hair dryer kalau memang harus menghadiri event di hari saya keramas. Buibu pasti sudah paham lah ya kalau panaas dari hair dryer dapat merusak akar dan batang rambut sehingga mudah rapuh.

Pun jika buibu ingin mengeringkan rambut dengan bantuan handuk, jangan menggosok kepala terlalu kasar dan bertenaga. Jika merasa kesulitan mengeringkan rambut dengan handuk yang besar, buibu bisa coba Elona Goelaa Goelii. Produk ini merupakan sarung tangan khusus untuk membantu mengeringkan rambut secara alami dan lembut serta meminimalisir kerusakan rambut.

elona goelaa goelii

Apa sih keunggulan Elona Goelaa Goelii ini?

  • 100% MICROFIBER
    Terbuat dari kain berkualitas tinggi yang mampu menyerap kelembaban sekaligus menjaga tangan tetap kering.
  • ULTRA SOFT AND LIGHTWEIGHT
    Tekstur yang halus mengeringkan dengan lembut tanpa merusak folikel rambut.
  • MENYEHATKAN RAMBUT
    Dengan mengurangi pemakaian suhu panas pada rambut sama dengan rambut menjadi lebih sehat. Membuat rambut lebih lembut dan bervolume dengan kilau cemerlang.
  • MUDAH DAN EFISIEN
    Mengeringkan rambut menjadi lebih cepat, menghemat waktu hingga 45%.
  • DESAIN ERGONOMIS
    Lima jari lebih mudah untuk menjangkau berbagai area, juga membuat lebih mengembang alami.
  • ANTIMICROBIAL
    Setiap sarung tangan memiliki tali untuk mempermudah saat menggantung dan mengeringkan.

3. Gunakan sisir khusus atau bergigi jarang

Saat ini sudah ada sisir yang didesain khusus untuk meminimalisir kerontokan rambut. Salah satu merk yang cukup terkenal adalah Tangle Teezer. Sisir ini harganya terbilang lumayang untuk ukuran sisir sih, jadi buat buibu yang in budget bisa menggunakan alternatif seperti sisir bergigi jarang. Saya sendiri juga termasuk opsi kedua hehehe…

4. Gunakan produk perawatan rambut yang tepat

Terakhir, penggunaan produk perawatan rambut yang tepat juga penting. Produk ini biasanya digunakan pada saat keramas dan sesudahnya. Berikut ini beberapa produk yang saya pakai untuk perawatan rambut rontok pasca melahirkan agar tidak semakin parah.

perawatan rambut rontok melahirkan

tntn mom’s Biotin Shampoo

Shampo dari Korea yang dikhususkan bagi ibu hamil dan menyusui ini pernah saya ulas sebelumnya di sini. Shampo ini masih saya pakai sampai sekarang walau kadang suka ganti-ganti dengan shampo lain yang khusus rambut rontok juga. Produk ini bisa didapatkan di Shopee kok, tinggal klik link ini saja.

perawatan rambut rontok melahirkan Yohmo Hair Tonic Bloom

Yohmo Hair Tonic – Bloom

Tonik untuk merawat rambut rontok ini juga saya gunakan sehabis keramas dalam kondisi rambut setengah kering. Kemasannya yang menggunakan spray membuatnya mudah digunakan. Tonik ini dipakai di area kulit kepala ya, bukan pada batang rambut. Soalnya tonik ini difungsikan untuk menguatkan akar rambut. Review selengkapnya bisa dibaca di sini. Lalu, kalau buibu mau coba juga bisa membelinya di sini. Harganya terjangkau banget kok, cuma sekitar 86k saja.

L’oreal Extraordinary Oil Floral Hair Care – French Rose

Kalau Yohmo Tonic tadi untuk memperkuat akar rambut, yang ini tuh baru untuk merawat akar rambut. Saya punya yang varian Rose untuk mengatasi rambut susah diatur. Keistimewaan produk ini adalah di dalam botolnya terdapat infused dried rose asli dan aroma mawarnya terasa banget. Saya biasa memakai hair oil ini dalam keadaan setengah kering juga setelah memakai tonik.

Sedikit review tentang hair oil ini. Kemasannya terbuat dari kaca tebal sehingga menurut saya nggak travel friendly. Selain rentan pecah juga terasa berat pastinya. Di sisi lain, kemasan kaca membuat produk tampak elegan dan berkelas. Masalah ini bisa kita siasati dengan memindahkannya ke botol travel size untuk dibawa bepergian bila perlu. Lalu bagian penutupnya menggunakan pumped and lock twist cap yang bisa kita putar untuk membuka/ mengunci botol.

Selama memakai hair oil ini, saya akui rambutnya jadi lebih mudah disisir sehingga tidak menyebabkan kerontokan parah. Tetap ada kerontokan tapi nggak separah kalau saya nggak pakai hair oil. Sesudahnya juga rambut saya jadi terasa lebih halus dan mudah diatur. Ini murni saya buktikan sendiri, bukan sekadar kata iklan hehehe…

Sayangnya di beberapa online shop varian Rose ini lagi kosong. Kalau teman-teman mau, bisa coba beli di sini, siapa tahu pas buibu buka lagi ada promo khan.

5. Creambath/ hair mask secara berkala

perawatan rambut rontok melahirkan
Sumber: parenting.orami.co.id

Selain melakukan perawatan rambut di rumah, saya juga sebisa mungkin menyempatkan diri ke salon untuk creambath/ hair mask. Kenapa nggak di rumah juga? Ya, boleh dong emak-emak ini me time yekan? Lagipula sulit rasanya hair mask di rumah selama ada bayi. Nggak nyaman pastinya kalau lagi maskeran rambut terus tiba-tiba si adek nangis dan minta digendong. Fiuh… Biasanya saya nyalon pas weekend, aplusan sama bapaknya hihihi…

Nah, itu dia perawatan rambut rontok pasca melahirkan yang saya lakukan selama ini. Semoga bermanfaat buat buibu sekalian yang mengalami masalh serupa. Atau kalau buibu perawatannya bagaimana nih? Boleh dong sharing juga di kolom komentar ya.

Melissa Tjia

Author of Mel's Playroom - Mom and Beauty Blogger.

A full time mom and a part time blogger who occasionally escape to blogging as her stress release therapy.

16 Comments

  1. Ternyata bukan aku doang ya, mengalami kerontokan pasca melahirkan. Patut dicoba neh produknya, aku malah suka kalau aromanya herbal.

  2. Hastira says:

    wah bagus kayaknya baut aku, walau aku gak habis melahirkan pastinay bisa juga ya, rambutku rontok

  3. Pengen nih nyobain rangkaian ini karena ku juga punya rambut yg rontok huhu, jarang pake tonic

  4. Duh, aku nih, udah hampir 6 tahun melahirkan, rambut rontok masih aja ada. Kudu nyoba produk ini deh kayaknya. Nyoba banyak produk pada gak cocok.

  5. Thanks banget mbak rekomendasinya kebetulan aku lagi cari produk hair are juga. Eh kalo kata tante salon langganan aku, kalo rambut rontok tuh dimasker bagusnya mbak, bukan creambath. Cmiiw.

  6. Sama nih, rambut rontok parah setiap habis melahirkan, dan mengembalikan ke kondisi normalnya lagi butuh waktu tahunan, itu pun harus benar-benar dirawat

  7. Ya ampun aku butuh banget ini mba, rambutku lagi rontok dan parah-parahnya
    sampe maales sisiran. Kasihan langsung brodol. Makasih reviewnya mba. aku Mau kepo2 belinya ah

  8. Mba, aku baru tau loh ada sarung tangan Elona itu yang bisa dipake untuk mengeringkan rambut. Boleh juga nih ya dicoba untuk menghindari penggunaan handuk yang terlalu kuat saat mengeringkan rambut.

  9. Aku pun mo nangis kalau lihat abis keramas lalu sisiran. Selain perawatan dari luar, adakah perawatan dari dalam yang bisa dilakukan juga?
    ((uda lama gak pakai tonic, keknya ini rekomendasinya oke yaa… Nuhun))

  10. dulu waktu aku hamil rambut masih panjaaang aja dan memng rantok ya. Biasanya aku pakai hair tonic waktu itu

  11. Tipsnya berguna banget nih buat aku yang emang lagi rontok parah banget. Thanks ya mbak udah berbagi..

  12. Pas nih mampir kesini, rambut rontok emang masalahku semenjak melahirkan. Ternyata ada ya sarung tangan khusus untuk ngeringin rambut tanpa khawatir akan bikin rusak. Must have item 🙂

  13. aku penasaran sama lorealnya mels, kapan2 mau beli ah trus kepo juga sama sarung tangannya mau intip ah buat anakku nanti

  14. Yohmo hair tonik aku baru dengar nih. Bentuknya saja baru lihat di blog mu Mba

  15. terima kasih atas tipsnya mba, wah aku juga saat ini sering rontok padahal udah aku potong pendek, mudah2an aku terapin tipsnya kembali normal rambutnya

  16. aku juga pakai tnt moms biotin shampoo juga aromanya herbal aku suka juga lumayan lah rambutku juga rontok banget soalnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *