tips lip swatch lippielust
Beauty Makeup Tips & Tell

Tips Bikin Lip Swatches ala Lippielust

Suka bingung bagaimana bikin lip swatches yang bagus dan menarik? Sebelum makin bingung, baca dulu yuk artikel berikut tentang tips bikin lip swatches ala Lippielust, hasil Ngopi Cantik bareng komunitas Beautiesquad.

Sebagai beauty blogger, tak jarang ya kita harus mereview lipstik dan salah satu poin yang harus kita buat adalah dengan membuat swatches untuk memperlihatkan hasil warna lipstik tersebut sebagai referensi konsumen. Lippielust, yang dikomandoi oleh beauty blogger bernama Rissa, mengawali dunia per-swatches-an ini karena sering melihat hasil lip swatches beauty blogger bule yang rupaya ketika ia coba sendiri, hasilnya malah tidak sesuai harapan karena perbedaan warna kulit. Berangkat dari pengalaman tersebut, Rissa membuat sendiri lip swatches yang bisa dijadikan rekomendasi bagi warna kulit Asia.

Berawal hanya dari sebagai hobi, tanpa terasa Rissa dengan Lippielust-nya sudah berjalan 5 tahun lamanya. Dari mengerjakan semua seorang diri, kini Lippielust sudah berkembang memiliki tim independen yang menangani divisi kreatif, finance, PR, foto/ videografer, dan kelak akan menambah personel photo retoucher. Berangkat dari pengalamannya sebagai lip swatcher, ini dia sejumlah tips dan cara menghadapi tantangan dalam membuat lip swatches ala Lippielust!

Baca juga: Review Posy Lip Cream Shade Greed

Tips #1 – Persiapan membuat lip swatches ala Lippielust

Persiapan mental

Yang paling utama dalam membuat lip swatches adalah mempersiapkan mental kita, khususnya keberanian. Pekerjaan ini rentan terhadap komentar publik, maka dari itu kita juga harus siap mental dalam menghadapi komentar. Jangan sampai mundur hanya karena merasa nggak pede atau takut dikomentari.

Peralatan

Supaya hasil foto lip swatches lebih maksimal, Rissa menyarankan untuk menggunakan tripod dan timer (jika ada) supaya posisi pose lebih stabil tanpa harus ribet pegangin kamera. Selain itu, pastikan juga arah foto mendapat cahaya matahari atau lighting yang memadai supaya hasilnya lebih optimal.

Selain menyiapkan peralatan fotografi, tentunya kita juga harus menyiapkan perlengkapan lip swatchesnya dong. Di luar lipstik yang akan kita swatch, kita juga perlu menyiapakan kapas, sponge, dan makeup remover dalam jangkauan, sehingga menghemat waktu jika tiba-tiba butuh revisi swatches.

Waktu

Dalam proses pembuatan foto lip swatches ini, Rissa biasanya membutuhkan waktu 3-5 hari kerja apabila termasuk menulis konten blog. Satu konten biasanya dikerjakan oleh tim Lippielust 1 minggu sebelum deadline, dengan rincian planning sebagai berikut:

Hari pertama, fotografer akan mengambil foto produk secara keseluruhan supaya kemasan masih dalam keadaan bersih.

Hari kedua, sesi foto untuk arm swatch. Jika warna lipstik tidak terlalu banyak, Rissa suka membuat gambar-gambar stylish untuk swatching (styled swatch) agar lebih menarik, selain classic swatch yang wajib ada di setiap konten Lippielust. Dalam 1 hari ini, tim Lippielust bisa mengerjakan 1-3 brand sekaligus tergantung dari banyaknya warna.

Hari ketiga, barulah jadwal sesi foto dengan bibir Rissa. Sama dengana rm swatch, dalam 1 hari sesi foto ini bisa diambil foto menggunakan 1-3 brand sekaligus.

Hari keempat, tim Lippielust akan menuliskan konten untuk ditayangkan di blog. Pada hari keempat dan kelima ini, biasanya Rissa mendedikasikan waktu khusus untuk edit foto dan membuat konten blog.

Tips #2 – Menghadapi tantangan dalam membuat lip swatches

Dalam melakukan pekerjaan, pasti ada yang namanya tantangan. Begitu pun dalam membuat lip swatches ini. Dari pengalaman Rissa, ada 3 tantangan yang ia hadapi selama menjalani profesi sebagai lip swatcher ini:

  1. Sinar matahari
    Ya, Rissa dulu tinggal di Sukabumi yang dijuluki Islandia-nya Indonesia karena saking jarangnya sinar matahari menyinari tanah Sukabumi alias sering mendung. Jadi, ia harus pintar-pintar memilih waktu yang pas untuk melakukan lip swatches agar hasilnya bagus dan didukung oleh pencahayaan terbaik di dunia – matahari.

    Meski tidak tinggal di Sukabumi pun, arah jendela rumah juga kerap menjadi tantangan tersendiri supaya kita bisa mendapat cahaya matahari yang pas. Maka dari itu, kita harus pintar-pintar menyiasatinya.
  2. Bibir pecah-pecah
    Nah, ini bisa dibilang tantangan yang lumayan sulit. Rasanya nggak indah ya kalau kita bikin lip swatch di bibir tapi bibirnya lagi kering kerontang begitu. Alhasil, apabila sampai kejadian seperti itu, mau nggak mau kita harus menunda lip swatch sampai bibir membaik.
  3. Lip stain
    Menurut Rissa, tantangan yang nggak kalah beratnya adalah ketika dia harus swatch produk lip stain. Kenapa? Karena biasanya ketika dihapus, masih ada sisa noda lipstik di bibir dan tentunya ini menyita waktu yang cukup lumayan untuk membersihkan 1 warna lipstik sebelum lanjut ke warna berikutnya.

Baca juga: Resep Praktis Mengatasi Bibir Pecah-pecah dalam Semalam

Tips #3 – Mengedit hasil foto

Setelah mengambil foto, tahap selanjutnya adalah melalui proses editing. Bagi Rissa, mengedit foto bukanlah sesuatu yang haram selama tidak dilakukan berlebihan. Pantang bagi seorang lip swatcher hanya mengambil 1 foto warna lipstik lalu sisa warna lainnya diedit menggunakan photoshop. Menurut Rissa, sebanyak apapun warna lipstik yang kita dapat, setiap warna harus tetap dipakai di bibir atau swatch di tangan lalu diambil fotonya satu per satu.

Photo editing hanya berfungsi sebagai alat bantu untuk meningkatkan kualitas foto atau mengoreksi warna agar terlihat menarik dan mendekati warna asli lipstiknya. Bahkan seorang beauty blogger sekelas Michelle Phan pun masih menggunakan teknik color correction ini saat mengedit foto sebelum diposting.

Jika edit foto hanya berkisar di area memuluskan kulit, mengatur tata cahaya dan kontras warna, selama intinya tidak berlebihan, hal tersebut tidak masalah dan malah dianjurkan agar hasil fotonya terlihat seperti professional shot. Berikut ini contoh hasil foto lip swatch karya Lippielust yang diambil dari website miliknya.

Rekomendasi tools yang biasa digunakan Rissa saat mengedit di photoshop:

  • Spot Healing Brush tool (biasanya untuk menghilangkan zits / jerawat), Clone Stamp Tool, Mixer Brush Tool, High Pass / Sharpen, Eyedropper Tool, dan Liquify.
  • Adjustment untuk color correction. Fitur adjustment yang paling sering dipakai: Brightness / Contrast, Color Balance, Hue / Saturation, dan Levels.

Tips selanjutnya tentang photo editing lip swarches dari Rissa adalah:

  • Sebaiknya dilakukan di siang hari karena masih terang dan pencahayaan alami masih bagus.
  • Jangan sungkan untuk swatch ulang di tangan untuk memeriksa kemiripan warna asli vs di layar.

Q&A

Seperti biasa dalam Ngopi Cantik bareng Beautiesquad, pasti disediakan sesi tanya jawab langsung dengan narasumber. Berikut ini rangkuman pertanyaan yang muncul pada sesi tersebut terkait tips dan trik membuat lip swatches ala Lippielust.

Bila memiliki bibir yang asimetris, bagaimana mengakalinya?

Untuk permasalahan ini, rupanya Rissa juga mengalami masalah yang sama. Daripada mengandalkan fitur photoshop yang nantinya malah membuat ketergantungan dan melelahkan, Rissa mengakalinya dengan membentuk garis bibir di area yang kurang simetris dengan menggunakan lip pencil yang senada dengan warna lipstik.

Jika punya kulit warm undertone tapi harus mereview lipstik dengan cool undertone, bagaimana caranya supaya tidak terlihat aneh di foto?

Tidak ada yang harus dilakukan. Tujuan dari swatching itu sendiri adalah untuk memperlihatkan bagaimana satu warna lipstik itu jika dipakai dengan tone warna kulit kita. Jadi kalau memang hasilnya terlihat aneh, ya berarti demikian dampak lipstik cool tone di kulit warm tone, sebagai referensi konsumen. Tidak semua warna lipstik memang cocok dikenakan semua warna kulit.

Color correction sebetulnya hanya bertujuan untuk membantu memperbaiki pencahayaan pada foto apabila hasil foto terlihat kurang terang atau warnanya kurang vibrant, bukan untuk menyesuaikan tone lipstik dengan warna kulit kita, karena nanti hasilnya malah terlihat tidak asli.

Apa yang harus dilakukan kalau lipstik yang di-swatch enggak pigmented tapi kalau dilayer berkali-kali malah hasilnya jadi nggak bagus?

Mengatasi warna lipstik yang nggak pigmented, biasanya Rissa akali dengan memoles 2 layer, dengan catatan menunggu lapisan pertama benar-benar kering agar tidak patchy. Jika sudah 2x layer tapi hasilnya masih sama, ya berarti memang sudah tidak tertolong lagi dan direview apa adanya saja.

Bagaimana bila harus mereview produk lip stain di bibir yang mudah kering dan patchy?

Jika produk yang akan direview memang jenisnya susah hilang dan kalau kita hapus dengan makeup remover akan bikin bibir kering dan patchy, Rissa menyarankan agar khusus menyediakan 1 hari hanya untuk foto swatch. Sambil menunggu bibir kembali lembab, kita bisa menggunakan lip balm dan minum dulu sebelum take ulang.

Demikian rangkuman Ngopi Cantik edisi ke-9 bareng Beautiesquad ini dengan tema Lipstick Swatching 101 with Lippielust. Ternyata dalam membuat foto lip swatch ini juga membutuhkan waktu yang tidak sedikit demi hasil foto maksimal ya. Semoga tips lip swatches ala Lippielust kali ini bermanfaat buat teman-teman sekalian dan lebih semangat lagi membuat foto swatches-nya ya!

BS Ngopi Cantik banner

Thank you for reading and see you in the next post!

Melissa Tjia

Author of Mel's Playroom - Mom and Beauty Blogger.

A full time mom and a part time blogger who occasionally escape to blogging as her stress release therapy.

You may also like...

36 Comments

  1. Iya bener banget sih, thanks for your info mba

  2. Swatchesnya yang gambar kue tart itu gimana cara bikinnya yaa… keren banget swatches bisa dilukis seperti itu. Ternyata banyak tips untuk membuat swatches gini ya, baru tau lhooo…

  3. warna-warnanya itu lho mba Mels, bags-bagus banget. Pengen aku.
    Bisa untuk ganti-ganti hari, kepo-kepo ah produknya pengen beli warna apa

  4. gileee ternyata sampe semingguan ngerjainnya ya, pantas hasilnya maksimal. Keren banget ya totalitasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *